CERMAT : Salah seorang staf APTIKMA mencermati pengerjaan order dari klien.

Sempat pesimis tak punya cita-cita, pernah merasakan susahnya dua tahun jadi pengangguran  dan mengaku anak kandung POLTEKOM, kini Mohamad Ilhamuddin, lajang asal Desa Blayu Kecamatan Wajak Kabupaten Malang ini sukses memimpin perusahaan softwarehouse CV. APTIKMA INDONESIA dan memiliki puluhan karyawan.

Ditemui di kantornya di perumahan Puri Cempaka Putih (PCP) 1 Malang Mohamad Ilhamuddin tampak sumringah dan tidak banyak berubah. Masih terkesan santai dan murah senyum seperti tiga tahun silam saat dia dikukuhkan menjadi wisudawan terbaik Teknik Informatika (TI) tahun 2014 di Politeknik Kota Malang dengan IPK 3,84.

Dibalik sosoknya yang kalem dan bersahaja, Ilham tergolong pribadi yang hangat, santun namun sarat prestasi.

Akhir Agustus 2014, Ilham bersama tim PKM nya (masih mahasiswa semester akhir) pernah mengharumkan nama POLTEKOM dengan lolos di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) yang di geber di Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang. Meski belum meraih medali PIMNAS namun lolos di ajang ini adalah prestasi tersendiri, mengingat proses seleksi diikuti lebih dari 44 ribu proposal Pekan Kreatifitas Mahasiswa (PKM) se Indonesia.

Kala itu Ilham bersama Tim APBUJA (Aplikasi Penyelamat Budaya Jawa) Dokumentasi Budaya Jawa Lengkap Berbasis Android, menjadi satu-satunya PKM Poltekom yang lolos seleksi PIMNAS.

Awal kuliah, alumni SMAN 1 Turen ini mengaku sempat keder diterima di prodi Teknik Informatika (TI), mengingat teman-teman seangkatannya sebagian berasal dari SMK jurusan TKJ maupun RPL. Itu artinya mereka sudah banyak mendapatkan materi tentang Teknik Informatika meski dalam skala dasar. Berbanding terbalik dengan dirinya yang hanya lulusan SMA jurusan IPA. Belum lagi ia sempat nganggur dua tahun setelah tamat SMA dan memilih banyak membantu pekerjaan di rumah.

ASYIK : Staf APTIKMA INDONESIA asik dengan kesibukan masing-masing

Namun dengan modal tekad yang besar, Ilham berusaha selalu menjaga asa agar selalu menjadi yang terbaik di setiap bidang yang ia geluti.

“Kalau ingat ke belakang, rasanya saya adalah anak kandung Poltekom. Karena saya benar-benar belajar TI dari Poltekom,” akunya seperti mengenang.

Selain kuliah, ia banyak memanfaatkan belajar dari buku-buku milik perpustakaan terutama buku tentang pemrograman. Buku pemrograman Java warna hijau menjadi buku wajibnya di awal perkuliahan.

Sampai satu saat,  Ilham bertekad bagaimana menjadikan uang  50 ribu (beli paket internet) bisa mendatangkan duit untuk mengerjakan projek-projek TI.

“Karena optimis, saya berani ngomong ke ayah kalau saya sudah bisa membuat program komputer (software),” imbuhnya seraya menyebut dari sinilah momentum berpacu dengan waktu (balapan sama kabar) mulai berlaku.

Enam bulan berselang projek awalpun datang, Ilham menerima  orderan membuat aplikasi pabrik makaroni dari tetangga desanya di Talok Turen, dengan harga Rp. 750 ribu. Sukses dengan aplikasi pertama, akhirnya datang orderan-orderan berikutnya yang dikerjakan ditengah kesibukan kuliah.

Saking bangganya menjadi bagian dari Poltekom, Ilham mendirikan perusahaan bernama CV. Aptikma Indonesia, singkatan dari Arek Poltekom TI Kota Malang –  Indonesia. Perusahaannya melayani jasa Application Development, Website Development, Networking Solution, Company Profile, Hosting Service hingga IT Consultant.

Bidang pekerjaan seperti aplikasi survey jalan, aplikasi pengiriman barang, tagihan, pembayaran dan asuransi, aplikasi perizinan maupun E-Monev sudah jamak dilayani Aptikma Indonesia dari klien besar seperti Kementrian Pekerjaan Umum (PU), Semen Indonesia Group, Kementrian ESDM, Kementrian Desa dan perusahaan lainnya.

Seiring dinamika perusahaan yang terus berkembang dan banyaknya klien yang dilayani, CV. Aptikma Indonesia bakal ditingkatkan statusnya menjadi PT. Aptikma Indonesia.

“Ya mudah-mudahan segera terwujud,” tutup pria yang  suka membaca ini. (Muh Syafruddin)

 

 

Anak Kandung POLTEKOM, Sukses Jadi Pengusaha