Sesi Joint Conference dengan pemateri dr Jerman

POLTEKOM – Menyongsong era Revolusi Industri 4.0 (RI 4), Direktorat PSMK Kemdikbud  dan SEAMEO telah menunjuk 8 institusi pendidikan di Indonesia berpartisipasi menyukseskan program nasional yang melibatkan SMK se Indonesia.

Ke delapan institusi itu adalah Politeknik Kota Malang (POLTEKOM) pelaksana program Smart School, Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk program Internet of Things, Universitas Gajah Mada (UGM) program 3D Printing, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) utk program Robotik, Universitas Padjajaran (UNPAD) untuk program e Commerce, Universitas Terbuka (UT) untuk program Kewirausahaan, SMK Metland untuk program AR/VR dan SMK PIKA untuk program Teknik Furnitur.

Direktur Poltekom Dr. Isnandar M.T, menjelaskan paradigma pembelajaran SMK dalam RI 4  harus berbasis teknologi.  Oleh sebab itu pembelajaran kelas virtual (E-learning, Edmodo dll) harus disiapkan sejak sekarang, mulai dari modul pembelajaran interaktif dalam buku digital dan video pembelajaran.

“Ada tiga hal yang harus disiapkan sekolah menyongsong pelaksanaan smart school yakni aktifitas rutin didukung teknologi dalam hal pembelajaran, pengajaran serta manajemen sekolah,” jelasnya dalam sesi pembukaan Workshop Nasional, Pembinaan Smart School bagi SMK sebagai Langkah Persiapan Menjawab Tantangan Revolusi Industri 4.0 di Poltekom kemarin.

Mantan Dekan Fakultas Teknik (FT) di Universitas Negeri Malang (UM) ini menambahkan, pelaksanaan RI 4 mengharuskan seluruh manajemen sekolah SMK terkonsep dalam manajemen berbasis Teknologi, mulai manajemen data akademik, manajemen nilai rapot, manajemen kehadiran, manajemen PSB, SMS Gateway (koneksi ke orang tua) hingga manajemen Prakerin dan Rekrutmen (koneksi ke Industri).

Paparan RI 4 oleh Direktur Poltekom

“Karena itu persiapan menuju kearah sana (RI 4) harus dilakukan sejak sekarang,” paparnya seraya menambahkan bakal dipilih 10 sekolah terpilih sebagai pemenang dan berhak mengikuti Bencmarking dalam Forum Group Diskusi (FGD) di Bangkok.

Menariknya, selain pemateri dari Poltekom workshop juga menghadirkan Aditya Hans P, S.ST, M.T,  (Jerman) dengan materi Konsep Smart School  dan  Sajarwo Anggai, S.ST, M.T, Ph.D (Thailan) dengan materi Komponen Perangkat Pendukung dari Smart School  melalui Joint Conference.

Ketua Program Studi Teknik Informatika (TI) Aminul Wahib S.ST, M.Kom menuturkan,  di sesi akhir setiap peserta wajib membuat action plan agar ketika nanti kembali ke sekolah bisa mengaplikasikan konsep smart school di sekolahnya.

“Ya dalam worksop dua hari ini peserta harus praktek agar tidak menemui kendala saat kembali ke sekolah,” ucapnya.

Salah seorang peserta Zulkifli dari SMK Namira Husada Madina Panyabungan Mandailing Natal Sumut mengaku bersyukur bisa hadir di acara ini. Dari sini ia mengetahui konsep RI 4, tantangan serta Smart School komponen.

“Memang jauh dari Mandailing Natal ke Malang ini tapi  yang penting saya bisa mendapat ilmu disini,” tegas pria murah senyum ini penuh semangat. (din)

 

 

 

Poltekom Pelopor Revolusi Industri 4.0 di SMK
Tagged on: