CINDERA MATA : Usai MoU dilakukan pertukaran cindera mata Poltekom dan Politeknik Brunei.

POLTEKOM – Program pertukaran mahasiswa Internasional terus diupayakan Politeknik Kota Malang (Poltekom). Setelah Februari lalu mengirim lima mahasiswanya ke  Politeknik Brunei, kini giliran Poltekom menerima kunjungan balasan lima mahasiswa jurusan Teknik Telekomunikasi Politeknik Brunei, Senin (16/4) kemarin.

Rombongan Politeknik Brunei dipimpin Cikgu Alias Bin Haji Abu Bakar diterima Direktur Poltekom Dr. Isnandar M.T. Kelima mahasiswa tersebut yakni Ratibe bin Haji Muh Efendi, Fakhri Afif Bin Haji Abu Bakar, Khir Afifi Bin Bin Mashud, Muh Komarul Arifin Bin Haji Muhamad dan Abdul Muqsit Bin Haji Jafari memperkenalkan diri di depan rekan barunya di Poltekom.  Sekaligus membeberkan kesannya saat menginjakkan kaki di kota Malang pertama pertama.
“Kota Malang hawanya sejuk, tapi macet. Malam masih ada mobil besar lewat. Di Brunei malam sudah sepi,” ujar Ratibe Bin Haji Muhammad  Effendy.
Ben, sapaan akrabnya mengaku kerap mendengar warga Indonesia membunyikan klakson. Menurutnya, klakson di Brunei jarang dibunyikan sebab identik orang marah, tapi disini banyak klakson berbunyi.

“Rupanya disini dengar klakson sudah biasa,” katanya disambut ger seisi ruangan.

Sementara itu, Direktur Poltekom, Dr Isnandar M.T menuturkan program student exchange ini menjadikan Poltekom sebagai perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing pada 2025 dengan lulusan langsung bekerja sebelum wisuda.

“Kami juga berupaya memperbaiki kualitas dengan memperbanyak pertukaran mahasiswa,” beber pria berkacamata ini.

Ia menambahkan, kerjasama industri juga digeber dengan mulai melakukan kolaborasi industri melalui blended kurikulum, rekruitmen, dual sistem pelaksanaan magang hingga teaching factory membuat Poltekom semakin kompetitif. Kerja sama dengan perguruan tinggi di luar negeri terus digalakkan.
Sebelumnya, Poltekom bekerja sama dengan Republik Politeknik Singapura. Kali ini bersama Politeknik Brunei dan Politeknik China serta Bangkok dalam program magang.

“Dengan Politeknik Malaysia pada Juli, mendatang,” tuturnya.

Menurutnya, lewat program student exchange, diharapkan output-nya sesuai dengan standar kebutuhan tenaga kerja ASEAN. Misalnya, kualitas dan tingkat percaya diri mahasiswa meningkat dan memberi pengalaman bagi mahasiswa saat cross cultural antarnegara.

Assistant Director Politeknik Brunei, Alias Bin Haji Abu Bakar didamping Head of School of Science and Engineering Dr Tang Shi Siong mengharapkan lima mahasiswanya mampu menjalani training dengan baik. Ke depan Politeknik Brunei dan Poltekom harus saling mempromosikan diri sebagai partner internasional dengan projek yang seimbang.
“Kedepan akan dikembangkan dalam projek berikutnya, baik pertukaran pelajar, pertukaran dosen serta penelitian,” pungkasnya. (din)

 

 

 

 

 

Mahasiswa Brunei Curhat Lalu Lintas di Indonesia
Tagged on: