Walikota Malang Apresiasi Mesin Mini Produksi Gula Poltekom

KESAN PESAN
DUKUNGAN : Walikota Malang & Ketua Komisi D DPRD Kota Malang membubuhkan kesan & pesan usai melaksanakan kunjungan kerja di Poltekom (8/1) kemarin.

 

Mahasiswa Politeknik Kota Malang (Poltekom) berhasil merakit mesin mini untuk produksi gula tebu. Mesin karya tugas akhir (TA) mahasiswa Teknik Mekatronika (TM) ini merupakan dedikasi mereka untuk mengoptimalkan potensi daerah di sekitar kampus.
Inovasi itu kemarin dipamerkan saat agenda kunjungan Walikota Malang. H Moch Anton ke Kampus Poltekom di Kawasan Malang International Education Park (MIEP) Tlogowaru, Rabu (8/1)

“Ide ini berawal dari banyaknya lahan tebu di sekitar kampus kami,” ungkap salah satu anggota tim, Alif Yudhistian.
Ditambahkan, pihaknya berharap mesin ini tidak hanya berhenti pada tugas akhir (TA) saja akan tetapi bisa dimanfaatkan untuk menjadi mitra petani khususnya di sector industri pengolaan tebu, mengingat prospek produksi gula merah berbahan tebu yang menjanjikan di dukung melimpahnya area tanaman tebu petani di kawasan Tlogowaru. Selain dirinya, ada dua orang mahasiswa lagi yang terlibat pembuatan alat ini, yakni Ahmad Faisol dan Romy Bagus.
Keunikan mesin diesel ini di jelaskan dia terletak pada inovasi berupa mesin penggeraknya yang tidak menggunakan diesel, tetapi memakai generator dan tenaga listrik.
“Tidak ada asap yang keluar saat mesin bekerja sehingga ramah lingkungan,” tukasnya.
Walikota Malang H. Moch. Anton terlihat sangat antusias berkeliling workshop yang menyajikan sejumlah karya TA mahasiswa POLTEKOM. Pria yang akrab di sapa Abah Anton itupun antusias berinteraksi dengan sejumlah mahasiswa terutama menanyakan operasionalisasi mesin mini produksi gula tebu, quad copter pemantau cuaca, mesin pengisian bubuk, mobil listrik, robot probe, mesin pemotong rumput dg remote control, smart antenna, alat pendeteksi banjir, software system informasi UKM, Aplikasi Tes Persiapan TOEIC dan sejumlah karya lainnya.
Berikutnya abah anton juga sempat berkeliling melihat fasilitas yang ada di kampus. Mulai dari kelengkapan sarana labolatoriumnya hingga ruang kelas yang nyaman. Abah Anton pun mengaku terkesan dengan kampus yang pada 2013 lalu meraih Anugrah Kampus Unggulan (AKU) dari Kopertis Wilayah VII Jawa Timur (Jatim) ini.
“Saya sudah berkeliling ke seluruh sudut kampus POLTEKOM dan ternyata kualitas pendidikannya sangat menunjang. Tidak ada yang harus di khawatirkan di kampus ini,” ucapnya tegas.
Bahkan kata walikota yang berlatar belakang pengusaha ini, kucuran dana bersumber APBD Kota Malang masih perlu ditambahkan. Harapannya kualitas pendidikan di Poltekom semakin maju dan yang terpenting lagi bisa menampung lebih banyak warga tidak mampu meraih beasiswa di Poltekom.
“Di Poltekom juga ada beasiswa studi gratis dan ini penting bagi warga Kota Malang yang tidak mampu, agar kuliah di sini.” tegasnya.
Abah Anton juga memberikan apresiasi kepada lulusan Poltekom yang kini sukses berkarir di berbagai Industri besar. Di antaranya ada yang diterima di PT Freeport, PT United Tractor, PT Gudang Garam, PT Astra Internasional, PT Telkom, Bank BRI, Bank Jatim, dan lainnya. Sedikitnya ada 30 perusahaan yang telah resmi menjalin kerjasama dan telah menampung lulusan Poltekom.
Direktur Poltekom, Supandi S.Pd. M.Si menuturkan sejak awal berdiri Poltekom berupaya menjawab tuntutan pemerintah untuk meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) Perguruan Tinggi. Hal ini penting mengingat kedepan Indonesia akan masuk dalam pusaran ASEAN Community dimana level kompetensi akan sangat dibutuhkan.
“Keberadaan Poltekom akan sangat bermanfaat terutama bagi mereka yang kurang mampu, apalagi kami juga punya sejumlah program Diploma 1 yang dibuka gratis untuk warga yang tidak mampu.” tutupnya. (din)