Seminar Pengembangan Aplikasi Berbasis Cloud Computing

Direktur POLTEKOM, H. Bagus Gunawan, S.Pd., M.Si. membuka penyelenggaraan seminar

 Seminar Pengembangan Aplikasi Cloud POLTEKOM 2012

 

Latar Belakang

Politeknik adalah lembaga pendidikan vokasi yang memiliki karakteristik pendidikan berbeda dengan lembaga pendidikan universitas. Politeknik dalam pendidikan dan pengajarannya mempersiapkan anak didiknya sehingga mampu bersaing dan siap bekerja ketika lulus nanti serta dapat terserap di dunia usaha dan dunia industri.

Di samping itu dalam menghadapi era global, Politeknik pun harus memiliki ilmu pengetahuan yang termutakhir berstandar internasional tanpa harus meninggalkan kekhasan sebagai lembaga pendidikan vokasi. Sehingga Politeknik Kota Malang dan lulusannya ke depan bisa diterima baik dalam negeri maupun luar negeri. Salah satu ilmu pengetahuan yang masih baru dan sangat penting untuk dipelajari dan sedang menjadi trendsetter adalah tentang Cloud Computing dan Virtualisasi.

Sistem komputasi awan (cloud computing system) adalah komputasi berbasis internet di mana sumber daya perangkat lunak dan informasi disediakan untuk komputer dan perangkat lain berdasarkan kebutuhan. Ia adalah suatu metoda komputasi di mana kapabilitas terkait teknologi informasi disajikan sebagai suatu layanan (as a service), sehingga pengguna dapat mengaksesnya lewat Internet (“di dalam awan”) tanpa mengetahui apa yang ada didalamnya ahli dengannya atau memiliki kendali terhadap infrastruktur teknologi yang membantunya.

Melihat perkembangan kebutuhan terhadap teknologi tersebut, maka Politeknik Kota malang terpacu untuk mengadakan seminar dan mengambil tema “ Pengembangan Aplikasi Berbasis Cloud”.

Tujuan

Kegiatan Seminar Pengembangan Aplikasi Berbasis Cloud bertujuan:

  1. Menjalankan salah satu program kerja dari program studi Teknik Informatika Politeknik Kota malang.
  2. Meningkatkan mutu pembelajaran  mahasiswa Politeknik Kota Malang melalui pemberian materi seminar yang relevan dengan kurikulum di Politeknik Kota Malang.
  3. Memberikan pemahaman mengenai perkembangan teknologi koputasi awan kepada mahasiswa program studi Teknik Informatika pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.
  4. Peserta dapat menerapkan  teknologi komputasi awan di lingkungan kerja maupun di masyarakat umum.

Target Luaran

Ada pun sasaran hasil kegiatan ini adalah:

  1. Terlaksananya salah satu program kerja untuk peningkatan mutu pendidikan di Politeknik Kota Malang.
  2. Peningkatan kompetensi staff pengajar Politeknik Kota Malang khususnya bagi Pengajar di Program Studi Teknik Informatika sehingga ilmu yang diberikan lebih inovatif dan variatif sesuai dengan perkembangan teknologi informasi saat ini.
  3. Peningkatan pengetahuan peserta seminar mengenai aplikasi berbasis cloud.

Hasil Kegiatan

NOTULENSI
SEMINAR PENGEMBANGAN APLIKASI BERBASIS CLOUD COMPUTING
Pembicara      : Onno W Purbo
Tema               :Membuat Sendiri Cloud Computing Server Mengunakan Open Source

Cloud Computing adalah sebuah model komputasi / computing, dimana sumber daya seperti processor / computing power, storage, network, dan software menjadi abstrak dan diberikan sebagai layanan di jaringan / internet menggunakan pola akses remote.
Berikut adalah beberapa kategori layanan yang tersedia dari sebuah ‘Cloud’ seperti:

  • • Infrastructure As A Services (IAAS)
  • • Platform As A Service (PAAS)
  • • Software As A Service (SAAS)

Server konvensional akan di batasi oleh jumlah core processor, harddisk dan memory. Dengan keterbatasan fisik yang ada maka kita tidak mungkin membebani sebuah server konvensional dengan beban maksimal. Jika resource / sumber daya habis, maka biasanya kita harus menginstall ulang.
Yang menarik dari Cloud Computing berbeda dengan server konvensional terutama:

  • Secara fisik berupa kumpulan hardware / server yang tersambung dalam sebuah jaringan (LAN / WAN). Tetapi dari sisi, pengguna dapat melihat sebagai sebuah komputer besar.
  • Idealnya tidak ada batasan dengan kapasitas processor, kapasitas harddisk dan kapasitas memory.
  • Idealnya tidak ada batasan dengan berapa jumlah “hosting” server yang berjalan di belakangnya.
  • Menambahkan sebuah “hosting” hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja.
  • Jika ada kekurangan resource (sumber daya), baik itu processor, harddisk maupun memory, kita dapat dengan mudah sekali menambahkan server tambahan dan langsung dapat berintegrasi ke jaringan cloud.

Perangkat Lunak Cloud Computing
Belakangan ini dikembangkan sebuah bentuk nyata (atau setidaknya sebuah common platform/bentuk umum) dari konsep Cloud Computing agar dapat di-implementasikan secara umum dan lebih luas,
seperti contoh berikut :

  • Ubuntu Enterprise Cloud (UEC)
  • Proxmox

Engine utama dalam cloud computing sebetulnya adalah aplikasi virtualisasi di sisi server, seperti,

  • KVM
  • QEMU
  • Xen

Teknik pembuatan dan pengoperasian cloud computing khusus-nya yang kita kenal sebagai “Infrastructur As A Service” (IAAS) dimana pelanggan cloud akan memperoleh server sendiri untuk masing-masing pelanggan.
Secara teknis sebetulnya yang di peroleh si pelanggan cloud hanyalah sebuah server virtual pada
server-server fisik yang dimiliki penyedia layanan.
Setelah Server virtual tersedia di cloud, terserah pada si user apakah mau menginstalasi sebagai web
server, mail server, DNS server dll dll. Ini sudah seperti server biasa saja sebetulnya.
Teknologi yang akan kita bahas kali ini, yaitu:
• Proxmox
Proxmox buatan Jerman menggunakan Grafik User Interface (GUI) melalui Web sehingga sangat mudah untuk dioperasikan. Spesifikasi Proxmox minimal menggunakan SATU server kelas Xeon.

Instalasi Proxmox
Secara umum proses instalasi jauh lebih sederhana dari pada instalasi linux biasa. Instalasi tampaknya harus melalui CDROM. Beberapa hal yang penting & perlu di ingat / di perhatikan

  • Seluruh harddisk akan di format
  • Setup jaringan (IP address, netmask, gateway)
  • Setup password untuk user root.

KONFIGURASI PROXMOX
Secara umum proses pembuatan mesin virtual menggunakan Proxmox hanya membutuhkan beberapa langkah sederhana, yaitu,

  • Upload file ISO (CD installer sistem operasi yang akan kita gunakan).
  • Buat mesin virtual yang kita inginkan.
  • Jalankan mesin virtual dan instal sistem operasi pada mesin tersebut.

Setelah selesai instalasi mesin virtual dan kita dapat menggunakan mesin tersebut layaknya sebuah mesin / server biasa saja. Berbagai penjelasan yang lebih rinci dari proses tersebut akan di jelaskan di bawah ini.
Untuk lebih lengkapnya, perhatikan konfigurasi berikut :
1. Pastikan Java Plugin Aktif
Langkah yang perlu dilakukan

  • Jalankan Firefox.
  • Klik Tools -> Add-ons
  • Pilih Plugins
  • Pastikan Java Plugin Enable

Langkah ini biasanya tidak di perlukan karena secara default sesudah di instalasi maka Java akan aktif di browser.

Akses ke Web Proxmox
Alamat untuk mengakses Interface konfigurasi Proxmox melalui web adalahhttps://ip-address-proxmox-server.
Misalnya:
https://192.168.0.2
login dengan username root . password “password yang di set saat instalasi”.

Upload file iso installer
Hal yang paling pertama kali perlu kita lakukan adalah mengupload berbagai file ISO installer dari berbagai sistem operasi yang ingin kita gunakan pada Instance. Untuk meng-upload file ISO untuk installer sistem operasi dapat dilakukan melalui menu ISO Images > Browse (ke file / folder) > Open klik upload.

Mengaktifkan Mesin Virtual
Setelah kita mempunyai file ISO atau appliance yang dapat digunakan di Proxmox, kita sekarang dapat membuat sebuah mesin virtual di Proxmox. Sebelum mengaktifkan virtual machine kita perlu membuat virtual machine tersebut melalui menu Virtual Machines > Create.
Beberapa Parameter yang perlu di set terutama adalah
Name : (nama instance)
Installation Media : (set ke ubuntu.iso agar kita dapat menginstalasi ubuntu).
Untuk mengaktifkan Virtual Machine yang sudah kita buat dapat dilakukan melalui menu
Virtual Machines > List > Cluster
Start
Membuat Virtual Disk

Jika kita membutuhkan storage / harddisk yang besar pada salah satu virtual machine kita dapat juga
menggunakan fasilitas virtual disk yang ada di Proxmox. Untuk membuatnya masuk ke:
Storage > Storage List > Add Directory.
Isikan konfigurasi sesuai kebutuhan.
Jika yang kita butuhkan adalah virtual disk, maka pilih virtual disk. Jika sudah selesai tekan save.
Pembuatan Mesin Virtual
Masuk ke menu Virtual Machines → Create setelah semua parameter dimasukan tekan Create.
Beberapa parameter yang perlu di masukan adalah:

  • Installation Media – set agar menggunakan iso installer dari sistem operasi yang diinginkan.
  • Name – nama server sesuka kita.
  • Disk space – default 32 Gbyte biasanya cukup.
  • CPU Sockets – isi sesuai dengan jumlah processor yang kita inginkan.

Setelah parameter mesin yang di inginkan dimasukan tekan tombol Create.
Untuk menggunakan mesin virtual yang kita buat kita perlu masuk ke menu Virtual Machines > List.
Pilih

  • Start – untuk menjalankan mesin virtual.
  • Remove – untuk membuang / mendelete mesin virtual
  • Migrate – untuk memindahkan mesin virtual ke cluster lain.

Dalam hal ini kita memilih start agar mesin virtual yang kita buat dapat berjalan dengan baik.
Jadi saat running pertama kali mesin siap-siap untuk proses instalasi sistem operasi Ubuntu 11.10 ke harddisk. Yang menjadi masalah, kita perlu melihat tampilan layar mesin agar kita dapat mengkonfigurasi proses instalasi.

Instalasi Sistem Operasi Pada Mesin Virtual
Sebuah mesin virtual baru dengan sebuah iso CD installer terpasang pada CDROM pada saat di booting akan automatis berusaha untuk menginstalasi sistem operasi tersebut ke harddisk. Kita dapat melihat tampilan proses instalasi jika kita mengakses console mesin virtual tersebut.

  1. pilih bahasa yang digunakan untuk proses instalasi. Enter.
  2. meng-klik pada “Install Ubuntu Server” untuk mengaktifkan proses instalasi. Enter.
  3. Kita di tawari kembali untuk memilih bahasa yang digunakan pada proses instalasi. Enter.
  4. Di bagian Country, Territory or Area, pilih Indonesia . Enter.
  5. Di bagian menu Continent or region. Disini kita memilih Asia. Enter.
  6. Selanjutnya kita memilih negara di Asia, disini kita perlu memilih “Indonesia”. Enter.
  7. Menset locale setting. Pilih USA . Enter.
  8. Deteksi layout keyboard. Pilih No. Enter.
  9. Di bagian Country of origin dari keyboard pilih English (US)”. Enter.
  10. Menu pilihan keyboard layout, Pilih “English (US)”. Enter.
  11. Isikan nama mesin / hostname. Enter.
  12. Setting zona waktu, pilih Jakarta. Lalu yes.
  13. Kita pilih cara mempartisi harddisk. Pilih Guided – use entire disk.
  14. Pilih partisi harddisk mana yang akan di gunakan. Enter.
  15.  Kita akan ditanya apakah kita akan menuliskan partisi yang baru dibuat ke disk. Pilih Yes.
  16. Masukkan username dari user pengguna server yang akan kita install. Enter.
  17. Masukan password untuk username yang dimaksud. Enter.
  18. Kita akan ditanyakan apakah kita ingin mengenkripsi folder home yang kita gunakan, pilih yes / no.
  19. Tekan “Continue”.
  20. Kita ditanya apakah ingin melakukan update software secara automatis. Pilih salah satu pilihan.
  21. Selanjutnya kita diberikan pilihan untuk menginstal aplikasi server yang ingin kita install, seperti, LAMP (Linux Apache Mysql PHP), Samba, PostgreSQL, Mail Server dll. Proses pemilihan dilakukan dengan menggunakan arrow key (tombol panah) dan spasi. Lalu pilih continue .
  22. Apakah kita ingin menginstalasi GRUB boot loader ke master boot record. Pilih Yes dan selesaikan proses instalasi.
  23. Tunggu beberapa saat, akan tampil pada layar “Installation Complete”. tombol “Continue”.
  24. Mesin virtual yang kita buat akan booting.
  25. Akan muncul tampilan layar console. Sebuah server biasakan akan stand by pada kata-kata Login.
Direktur POLTEKOM menyampaikan sambutan
Antusiasme peserta seminar cloud POLTEKOM
Salah satu narasumber sedang menyampaikan materi

Pak Onno lagi serius nih

Narasumber 2 sedang in action

Narasumber utama kita, Bapak Onno W. Purbo
Pak Onno sedang duet …. eh sedang diskusi dengan salah satu peserta seminar
Lagi bagi-bagi buku nih, beliaunya
Narasumber dan panitia “in action”