Praktek Wirausaha, Mahasiswa Berjualan

BUDAYA ANTRI
ANTRI : Para dosen & mahasiswapun terlihat antri untuk membeli kentang crispy di salah satu stan dadakan mahasiswa.

 

MALANG – Ada pemandangan berbeda di kampus POLTEKOM. Mendadak di kampus milik Pemkot Malang ini di penuhi sejumlah pedagang yang menggelar dagangannya di sejumlah sudut. Mereka membuka lapak dadakan di gedung A, B, C, kantin, bahkan berseliweran memasuki area kantor saat jam istirahat tiba.

Usut punya usut, para pedagang dadakan tersebut adalah mahasiswa kampus tersebut yang tengah mengikuti kuliah  Kewirausahaan (MKU 0603).  Selain mengikuti kegiatan teori mereka wajib praktek menjajakan aneka produknya baik di kampus maupun di luar kampus.

“Ya, memang kami mewajibkan mahasiswa praktek berwirausaha,” ungkap Drs. Agung Swasono, dosen pembina MK. Kewirausahaan.

Pria kelahiran Surabaya ini menambahkan, praktek kewirausahaan berdurasi satu semester tersebut dibagi dalam bentuk kelompok, 1 kelompok terdiri 4-6 mahasiswa. Setiap kelompok bebas berjualan apa saja dengan kemasan menarik seperti makanan, minuman hingga aneka produk hand made. Bahkan ada kelompok yang memanfaatkan teknologi yang tengah mereka pelajari (IT) yakni berjualan mukena, sorban, jilbab secara online.

Output dari kegiatan ini adalah menumbuhkan mental wirausaha yang handal & tidak kenal menyerah, siap berinovasi dengan produk yang di kelola  serta siap bersaing dengan sesama pelaku usaha lain.

“Dengan praktek langsung, mereka bisa berimprovisasi sesuai kebutuhan di lapangan,” tambah dosen Teknik Informatika yang juga Pudir II POLTEKOM ini.

Untuk memulai usaha, lanjut dia, setiap kelompok mendapat bantuan pinjaman modal dari kampus sebesar Rp. 1 juta dan selanjutnya di kembalikan di akhir semester.

Intan Marpaung, salah seorang mahasiswa terlihat sangat bersemangat menjajakan dagangannya. Bersama timnya terdiri mahasiswa Teknik Mekatronika (TM) ia sudah siap menggelar dagangannya French Fries Hexa Pots, berupa kentang goreng crispy yang di taburi aneka bumbu  penyedap.

“Antri dulu yang rapi ya,” tutur intan ramah sambil melayani pembeli. (din)