POLTEKOM Siap Terapkan PBL

SEMANGAT : Tim pengajar POLTEKOM berfoto bersama pemateri dari Republic Polytechnic (RP) Singapore usai sesi Workshop Internasional Problem Based Learning (PBL), di OJ Best Western Hotel, akhir November lalu.
SEMANGAT : Tim pengajar POLTEKOM berfoto bersama pemateri dari Republic Polytechnic (RP) Singapore usai sesi Workshop Internasional Problem Based Learning (PBL), di OJ Best Western Hotel, akhir November lalu.

MALANG – Himbauan Ditjen Pendidikan Tinggi (Dikti) agar Politeknik Pemda se Indonesia terus meningkatkan kualitas pembelajarannya, disambut baik Politeknik Kota Malang (POLTEKOM). Hal ini ditunjukkan dengan pengiriman 5 (lima) orang tenaga pengajar POLTEKOM mengikuti Training & Workshop Problem Based Learning (PBL) yang di helat 18-23 November 2013 di OJ Hotel Malang.
Narasumber yang dihadirkan adalah tim dari Republic Polytechnic Singapore, sementara workshop juga di hadiri Mr Jason Tey dari Singapore.
“Kegiatan ini merupakan implementasi MoU yang telah di laksanakan POLTEKOM dengan Republic Polytechnis (RP) Singapore sebelumnya. Jadi untuk upaya peningkatan mutu pendidikan akan selalu kami tempuh,” ungkap Drs. Supandi, S.Pd, M.Si, Direktur POLTEKOM.
Ditambahkan, penetapan RP sebagai narasumber oleh DIKTI sebab RP di pandang  telah sukses menerapkan PBL dalam kurun waktu lima tahun terakhir.
Bagi Politeknik daerah seperti POLTEKOM, katanya, tentu sangat membutuhkan bentuk pendekatan pembelajaran yang baru sekaligus inovatif seperti PBL ini. Karena pembelajaran ini memiliki karakteristik pendekatan pembelajaran yang unik, yakni dosen memberikan permasalahan praktis, dimana kegiatan belajar dimulai dengan suatu permasalahan yang berkaitan dengan dunia nyata yang di alami mahasiswa.
“Kelebihan model pembelajaran PBL ini adalah mendorong adanya kerjasama, pengamatan, dialog dan yang paling penting menjadikan peserta didik mandiri,” jelasnya.
Sementara itu dalam Training & workshop sendiri dilakukan dua kegiatan sekaligus yaitu training dan workshop. Training of problem based learning facilitation and assessment dilaksanakan 18-22 November 2013 serta workshop on fundamental in PBL dilaksanakan 19-22 November 2013.
Menurutunya, dengan mengikuti kegiatan berskala Internasional sekaligus diisi narasumber yang kompeten diharapkan para dosen POLTEKOM termotivasi dan terdorong untuk mengimplementasikan model pembelajaran PBL hingga proses assessment atau penilaiannya. Kemampuan lain yang diharapkan adalah pengajar mampu memahami faktor penting untuk peningkatan kualitas pembelajaran hingga penilaian hasil pembelajarannya.
“Melalui kegiatan ini diharapkan terjadi transfer of knowledge ketrampilan kepada peserta pelatihan sehingga kualitas pembelajaran di POLTEKOM meningkat,” tuturnya seraya menyebut sebagai institusi pendidikan yang maju harus terus update keilmuan serta tidak boleh berpuas diri dangan kondisi yang sudah ada. (din)