Poltekom Pertahankan Anugerah Kampus Unggulan Kali ke 4

Poltekom Pertahankan Anugerah Kampus Unggulan Kali ke 4
28-5 AKU edit
KEBANGGAAN : Piala Anugerah Kampus Unggulan (AKU) diraih Politeknik Kota Malang sebagai simbol keberhasilan pengelolaan pendidikan tinggi di kampus POLTEKOM .

POLTEKOM – Untuk ke empat kalinya,  berturut-turut sejak 2013, 2014, 2015 dan 2016 Politeknik Kota Malang (POLTEKOM) mempertahankan Prestasi Anugerah Kampus Unggulan (AKU) kategori Politeknik. Penyematan penghargaan bergengsi tersebut dilakukan dalam acara Rapat Kerja Pimpinan Perguruan Tinggi 2016 oleh Koordinator Kopertis VII Prof. Dr. Ir. Suprapto, DEA diterima Wakil Direktur (Wadir) Bidang Akademik Poltekom Redi Bintarto, ST, M.Eng. Pract di JW Marriot Hotel Surabaya, Kamis (27/5) lalu.

Direktur Poltekom Dr. Isnandar M.T,  menuturkan sebagai kampus baru tentu saja penghargaan bergengsi ini patut disyukuri mengingat meski baru berdiri 2008 silam, tetapi kiprah dan prestasi Politeknik Kota Malang sudah banyak diperhitungkan.

“Alhamdulillah, mudah-mudahan penghargaan ini memacu seluruh sivitas akademika di Politeknik Kota Malang di masa mendatang,” ungkapnya bangga.

Mantan Pembantu Rektor IV Universitas Negeri Malang (UM) ini  menambahkan prestasi ini sekaligus menjadi kado terindah pada perayaan Dies Natalis Poltekom tahun ini. Jika AKU tahun lalu Poltekom menempati ranking 2 untuk kategori Politeknik, tahun ini prestasi itu kembali dipertahankan. Berharap tahun depan kembali menempati ranking pertama seperti pencapaian AKU tahun 2014 silam.

Pria yang juga ketua umum Asosiasi Pendidik & Pengembang Pendidikan Indonesia (APPPI) ini merinci dari empat poin penilaian AKU yang didapat Politeknik Kota Malang, khusus penilaian Tata Kelola Kelembagaan dan Kerjasama menempati skor tertinggi. Disusul penilaian untuk tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Diktendik), Pembelajaran dan Kemahasiswaan serta Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

“Itu artinya kami akan terus mendorong semua sektor agar berkontribusi bersama-sama dalam memberikan poin penilaian,” imbuh bapak 2 putra ini.

Prestasi ini, lanjutnya, sejalan dengan visi Poltekom menjadi Politeknik yang unggul dan berdaya saing di era 2025. Dan untuk mewujudkan visi tersebut Poltekom kini memperkenalkan icon barunya yakni Innovative Teaching Industry (INNOTI) yakni mengembangkan iklim industri di setiap aktifitas perkuliahan sebagai upaya melengkapi kualifikasi lulusannya sesuai standar industri serta memperbanyak kerjasama dengan industri.

Ciri khusus Poltekom ini juga sejalan dengan arah pengembangan perguruan tinggi 2015 – 2025 yang di canangkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen DIKTI) yakni setiap perguruan tinggi harus memiliki ciri khusus.

Dengan begitu, lulusan Poltekom selalu menjadi primadona dan diminati kalangan industri sehingga keterserapan lulusan yang memasuki dunia kerja sangat tinggi. Terbukti beberapa perusahaan sudah menjalin kerjasama serta menerima lulusan Poltekom seperti PT. Infineon Batam, PT. United Can Company, Gudang Garam, Cargil, IT Comm Panasonic, BCA, Bank Mandiri, Bank Jatim, BRI, PT. Telkom, PT. Indolakto, PLN, Pertamina hingga Repubic Polytechnic Singapore

“Kami juga mendorong para dosen untuk melakukan kegiatan Riset & Development (R & D),” tambahnya.

Kegiatan R & D ini masih menurutnya, adalah dalam upaya menjaga fokus dan meningkatkan mutu R & D Poltekom yang dilakukan di sejumlah kawasan di wilayah kabupaten Malang, terutama yang menjadi basis komoditi agro industry pertanian. Targetnya, agar selalu terjadi kesesuaian dan inovasi hasil R & D dengan kebutuhan pasar di masa mendatang. Dan secara makro mampu mewujudkan ketahanan pangan, ketahanan energi serta ekonomi mandiri di wilayah Kabupaten Malang.

“Ini sudah diawali dengan Memorandum of Understanding (MoU) antara Poltekom dan pemerintah Kabupaten Malang,” paparnya.

Hal lain yang juga menjadi terobosan Poltekom tahun 2016 ini adalah Poltekom membuka kelas Industri yakni untuk Program Studi (Prodi) Teknik Mekatronika (TM) konsentrasi Alat Berat (AB). Kelas Industri ini bekerjasama dengan Indonesia Learning Centre (ILC) dan dipastikan bakal menjadi primadona baru lantaran lulusannya dijamin langsung bekerja. (din)