POLTEKOM Genjot Penelitian Dosen Muda

POLTEKOM Genjot Penelitian Dosen Muda

POLTEKOM – Politeknik Kota Malang (POLTEKOM) terus menggenjot penelitian & pengabdian dosen dari tahun ke tahun. Seperti terlihat dalam Workshop Proposal Hibah Penelitian & Pengabdian Masyarakat skema Pendanaan 2017, di kampus unggulan itu Selasa (19/4) kemarin.

 WORKSHOP : Para dosen mengikuti paparan tentang penelitian IbM

WORKSHOP : Para dosen mengikuti paparan tentang penelitian IbM

Ketua Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat (LP2M) POLTEKOM Rizki Priya Pratama, ST., MT., M.Sc. menyatakan, tahun 2017 nanti pemerintah melalui DIKTI sudah menyiapkan skim pendanaan penelitian dosen muda dan pengabdian masyarakat rentang pendanaan 15 – 250 juta.
“Kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para peneliti dari POLTEKOM,” tegasnya.
Di era pemerintahan sekarang menurutnya, perguruan tinggi diharapkan dapat memberikan kontribusi lebih terhadap agenda pembangunan nasional. Selain menjadi pencetak sumber daya manusia (SDM) yang terampil, siap pakai dan berdaya saing perguruan tinggi dapat berkontribusi melalui berbagai produk riset masing-masing sebagai salah satu manifestasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Alumni program Magister Automation et Control Enginering di Universite D’Angers Perancis ini menandaskan, khusus tema penelitian dosen POLTEKOM tahun ini diarahkan pada sektor Agro Industri Pertanian. Hal ini dimaksudkan untuk mendukung program Innovative Teaching Factory yang menjadi fokus POLTEKOM tahun ini.
Banyak hal bisa dilakukan misalnya meneliti alat penunjang panen, sistem informasi produk, alat produksi mekanisnya, cara menentukan kopi terbaik, mesin destilasi minyak astiri, perencanaan pembuatan fruits juice industries di kabupaten Malang ataupun tema lain.
“Teman-teman kami arahkan fokus menelitian tanaman kopi dan minyak atsiri,” ujarnya.
Herma Nugroho RAK ST., MT., pemateri Workshop Pengabdian Masyarakat menjelaskan, banyak skema Pengabdian Masyarakat yang tersedia dan bisa dimanfaatkan para dosen antara lain; Ipteks Bagi Masyarakat (IbM), Iptek Bagi Kewirausahaan (IbK), program Iptek Bagi Produk Ekspor (IbPE), Iptek Bagi Produk Unggulan Daerah (IbPUD) dan Iptek Bagi Kreatifitas dan Inovasi Kampus (IbKIK).
Ada juga Iptek Bagi Wilayah (IbW), Iptek Bagi Wilayah-CSR (IbW-CSR), Iptek Bagi Desa Mitra (IbDM), Program Hi Link serta Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pembelajaran Masyarakat (KKN-PPM).
“Agar pengajuan proposal diterima, harus diperhatikan beberapa kaidah-kaidah tertentu sebelum diajukan,” ucap dosen Teknik Telekomunikasi ini. (din)