Poltekom Ditunjuk Koordinator Modelling Pengembangan Pendidikan Vokasi

Poltekom Ditunjuk Koordinator Modelling Pengembangan Pendidikan Vokasi

2

POLTEKOM – Politeknik Kota Malang (Poltekom) ditunjuk menjadi leading sector di Jatim untuk program Modelling Pengembangan Pendidikan Vokasi kolaborasi antara SMK, Politeknik dan Kosen National Institute of Technology Japan. Konsepnya berupa modelling pembelajaran SMK di Indonesia selama 4 tahun dan diharapkan meningkatkan mutu SMK di Indonesia.

Direktur Poltekom Dr. Isnandar M.T mengatakan untuk menuju kearah sana pihaknya diundang menghadiri High Officials Country-level Workshop on SEA-TVET in Japan tanggal 13 – 15 Juli lalu. Pertemuan itu dihadiri delegasi dari Asia Tenggara dimaksudkan untuk mengembangan pendidikan vokasi di negara-negara peserta seperti Indonesia, Thailand, Singapura, Malaysia, Brunei, Filipina, Vietnam serta Kamboja. Perwakilan Indonesia meliputi Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswan (Belmawa)  DIKTI, Direktorat Pembinaan SMK (PSMK), Seamolec, PEDP, Poltekom, Poltek Astra dan perwakilan SMK dari Jawa Barat.

“Di Jepang, SMK 4 tahun sangat diminati industri karena mereka memiliki skill & kompetensi sesuai dengan kebutuhan industri,” jelasnya.

Ketua Asosiasi Pendidik & Pengembang Pendidikan Indonesia (APPPI) ini menjelaskan, pendidikan kejuruan di Jepang harus melahirkan pengalaman sesuai di industri karena itu didukung laboratorium yang lengkap serta didampingi puluhan pengajar bergelar doktor serta 8 profesor.

Usai benchmark ke Jepang tersebut, diharapkan pengembangan SMK di Indonesia mencakup pengembangan staf, pengembangan institusional, student exchange hingga Riset & Development (R & D). Mengingat saat ini baru ada 12 SMK 4 tahun dari total 13.266  jumlah  SMK yang ada.

“Sesuai data, saat ini hanya ada 1.600-an SMK yang bisa dikatakan maju, sisanya masih perlu pembenahan” tukasnya. (din)