POLTEKOM Buka Prodi Alat Berat

Kerjasama POLTEKOM-SEAMOLEC-INDUSTRI

KERJASAMA INTERNASIONAL : Direktur POLTEKOM Bagus Gunawan  mendampingi Tony Borkett dari PT. THIESS Contractors (Australia) di salah satu lab. POLTEKOM

Kerjasama Tri Partit POLTEKOM – SEAMOLEC – Dunia Industri

MALANG – Selalu ada yang baru di Politeknik Kota Malang (POLTEKOM). Kali ini Politeknik milik Pemkot Malang ini tengah mempersiapkan diri membuka program  studi (prodi) baru yakni D1 dan D3 Teknik Alat Berat. Pembukaan program studi yang langkah di Indonesia ini bakal dilakukan awal semester ganjil 2012/2013 ini.

Dengan demikian bila semuanya lancar tahun perkuliahan 2012/2013 nanti POLTEKOM bakal memiliki 4 prodi yakni Teknik Mekatronika, Teknik Telekomunikasi, Teknik Informatika dan Teknik Alat Berat.

Untuk mempersiapkannya, POLTEKOM sudah mengawalinya melalui kerja sama Tri Partit dengan sejumlah kalangan, yakni dengan SEAMOLEC (Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Open Learning) sebagai pihak kedua dan kalangan Dunia Usaha dan Dunia Industri  (Dudi) sebagai pihak ketiga.  Kalangan Dudi yang dilibatkan diantaranya PT. United Tractors, PT. Wirabumi, PT. Thiess Contractors (Australia) dan beberapa perusahaan lain.

Direktur Poltekom Bagus Gunawan S.Pd, M.Si menjelaskan, selain dari Dudi pihak ketiga juga terdiri dari beberapa SMK yang memiliki jurusan teknik Alat Berat. Diantaranya SMKN Singosari, SMK Kelautan dan SMKN 6 Malang.

“ Keberadaan Dudi dan SMK nantinya bisa di posisikan sebagai sub kampus,” tandasnya.

Untuk awal perkuliahan semester nanti (batch I) pihaknya menargetkan  memperoleh minimal 50 mahasiswa, kemudian pada batch II atau Agustus 2012 penerimaan meningkat menjadi 200 mahasiswa.

Mengapa harus membuka prodi ini? Menurut pria ramah ini, hasil survey tahun 2007 menunjukkan saat ini masih minim output tenaga mahir level operator dan mekanik Alat Berat yang terserap di perusahaan pertambangan di wilayah Kalimantan dan Sumatera. Rendahnya serapan itu bukan karena banyaknya lulusan yang menganggur, justru sebaliknya terjadi karena minimnya lulusan dari jurusan ini.

“Potensi inilah yang kami tangkap dan tengah kami upayakan,” tandas pria yang memiliki hobi mengoleksi mobil antik ini.

Lebih lanjut dikatakan, lulusan prodi alat berat bakal memiliki kompetensi keahliannya setingkat general technician di industri Alat Berat. Untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang ahli di bidang alat berat, lulusan prodi ini juga dipersiapkan bisa bekerja di Industri alat berat atau industri yang menggunakan alat berat di tingkat nasional maupun internasional, sehingga alumninya dapat bekerja di Indonesia maupun luar negeri.

“Demi mewujudkan cita-cita ini, kami sudah menyiapkan kurikulum  yang dibuat berstandar industri dan banyak mengacu kepada industri alat berat di Amerika (Caterpillar),” jelasnya Rabu (25/1) kemarin di sela manager meeting di POLTEKOM dengan PT. THIESS Contractors (Australia).

Tony Borkett, Training Specialist PT. THIESS Contractors (Australia) memberikan apresiasi positif dengan segala persiapan yang sudah diupayakan POLTEKOM. Pihaknya bahkan mengatakan siap memberikan rekomendasi yang di butuhkan POLTEKOM terkait pembukaan prodi baru ini.

“Sepertinya tidak ada kendala untuk melanjutkan kerjasama ini,” terang pria berkebangsaan Australia ini.

Toni bahkan menilai apa yang dipresentasikan dan sudah dipersiapkan jajaran manajemen POLTEKOM sudah sangat tepat bahkan cenderung lengkap terutama soal konsep, target pencapaian, perencanaan kurikulum hingga pihak-pihak yang digandeng dalam kerjasama Tri partit ini. (din)