Perkokoh Teaching Industri, Fokus Garap Komoditi Lokal

Perkokoh Teaching Industri, Fokus Garap Komoditi Lokal
pilih (1)
PAPARAN : Rudy Susanto saat memaparkan nilai pentingnya Agro Industri Pertanian di POLTEKOM.

POLTEKOM – Jangan remehkan tebu! Brasil bisa mendapatkan uang melimpah dari komoditi bahan baku pembuatan gula itu. Bahkan dari data terakhir (2011) yang dirilis FAO (Food and Agriculture Organization of The United Nations) Brasil menempati urutan pertama negara penghasil tebu dunia dengan 734 juta ton pertahun, disusul India 342 juta ton, China 115 juta ton dan Thailand 96 juta ton. Indonesia peringkat 11 dengan 24 juta ton per tahun.
Demikian disampaikan Ir. Rudy Susanto, MMT, Direktur PT. Tiga Pilar Entalispro dalam Kuliah Umum yang dihelat POLTEKOM di aula Gedung B kampus setempat Kamis, (7/4) kemarin.
Bukan hanya untuk gula, pria yang juga mantan Senior Officer Newmont Sumbawa itu menambahkan, Brasil juga sukses menjalankan program diversifikasi ampas tebu dalam bentuk diversifikasi produk turunan tebu non gula, seperti untuk produksi bioetanol dan listrik dari ampas tebu melalui program co-generation.
“Artinya kalau kita kreatif, bisa melahirkan industri berbasis tebu,” ucap alumni SMA 3 Malang ini.
Yang melegakan, lanjutnya, POLTEKOM berada di areal perkebunan tebu atau berada di pusat-pusat pertanian yang menjadi komoditas menarik bagi calon investor dari dalam maupun luar negeri. Sangat sayang jika potensi sumber daya alam (SDA) yang melimpah tersebut tidak tersentuh tangan-tangan terampil akademisi maupun peneliti POLTEKOM.
“Selain tebu, di Malang juga melimpah cengkeh, kopi, pisang, singkong serta komoditi lainnya,” jelas pria ramah ini.
Tentang konsep bisnis yang sustainable Rudi mencontohkan Singapura. Meski negara tetangga ini tidak memiliki SDA tetapi tetap disegani dunia lantaran mereka menguasai marketnya. Seharusnya bangsa Indonesia yang memiliki potensi SDA melimpah bisa melakukan hal yang sama atau justru melebihinya.
“Agar lebih cepat gunakan rumus ATM (amati, Tiru dan Modifikasi),” tandas pria yang banyak terlibat di pembangunan PLTU 3X600 Mw Suralaya 5, 6 dan 7 ini.
Direktur POLTEKOM Dr. Isnandar MT menegaskan, sesuai visi POLTEKOM menjadi institusi pendidikan tinggi vokasi yang menghasilkan lulusan yang berakhlak mulia, mandiri, unggul dan berdaya saing di era 2025 maka potensi alam lokal yang melimpah di kawasan Tlogowaru harus dioptimalkan. Jika sinergi itu dipadukan dengan potensi Sumber Daya Manusia (SDM) terdiri para akademisi dan peneliti di POLTEKOM maka hasilnya dipastikan akan luar biasa.
“Keberadaan potensi alam yang melimpah inilah dimata kami merupakan nilai lebih dan akan kami dukung dengan potensi SDM yang ada di POLTEKOM,” cetus mantan Pembantu Rektor IV di Universitas Negeri Malang (UM) ini. (din)