Peluang Emas di Jurusan Alat Berat

Kabar gembira bagi siswa-siswa SMK yang ingin melanjutkan studi di Politeknik Kota Malang (POLTEKOM), sebab pendaftaran sudah mulai dibuka di bulan Maret ini. Apalagi kini POLTEKOM memberikan pilihan lebih bagi masyarakat denga adanya penambahan pembukaan program studi baru, yakni program D3 Alat Berat.

Diungkapkan oleh Direktur Politeknik Kota Malang, H. Bagus Gunawan, SPd, MSi yang ditemui Koran Pendidikan pada hari Selasa (13/3), pembukaan program studi alat berat tersebut diharapkan untuk memberi peluang bagi para peserta didik di bidang alat berat yang sangat dibutuhkan di pertambangan.

“Saat ini peluang tersebut sangat terbuka lebar, Data terakhir tahun 2007 menyebut bahwa setidaknya ada 100 ribu unit tambang yang membutuhkan 300 ribu operator dan 33 ribu mekanik namun tenaga yang kompeten masih sangat sedikit tidak lebih dari 450 orang per tahun.” terang Bagus, Selasa (13/3).

Keterbatasan tersebut karena jumlah SMK dan Perguruan Tinggi atau Politeknik yang memiliki jurusan alat berat memang masih sangat minim. Yakni hanya ada 15 SMK dan 4 Politeknik di Indonesia. Hal ini akhirnya berimbas pada efisiensi kerja di pertambangan, yang seharusnya diisi oleh orang – orang yang kompeten akhirnya asal comot saja.

“Padahal satu unit alat harganya bisa mencapai miliaran rupiah. Karenanya perusahaan sering merugi karena banyak kerusakan yang di akibatkan human error dari para pekerja yang tidak kompeten, ” tambah Bagus.

Bila saat ini tidak disediakan tenaga ahli di bidang alat berat ia juga khawatir kekosongan tersebut bakal diisi oleh tenaga dari luar, misalnya Cina, Thailand dan Vietnam. Kalau ini terjadi warga Indonesia hanya bisa menjadi penonton saja.

Pembukaan program baru tersebut sudah dipersiapkan secara matang. Diantaranya dengan  menggandeng SEAMOLEC dan 10 perusahaan tambang di Indonesia serta satu perusahaan dari Australia.

“Dari program ini nanti, kami siap mencetak tenaga-tenaga pengawas tambang untuk ditempatkan di departement planner,yang tugasnya mengatur jadwal,laporan dan sebagainya. Hal ini sudah jauh lebih tinggi daripada lulusan SMK yang lebih banyak menjadi operator ataupun D1 sebagai mekanik,” imbuhnya.

Bila dilihat dari segi gaji, maka akan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena bekerja di perakitan akan sangat menjanjikan di bawah perakitan pesawat terbang. Untuk itu, ia berpesan bagi seluruh siswa-siswi SMK yang ingin menjadi ahli di bidang alat berat bisa masuk di program studi ini yang pendaftarannya sudah mulai dibuka pada bulan Maret ini hingga Juli mendatang.

“Pendaftaran bisa dilakukan secara langsung di Poltekom atau melalui Website. Soal biaya saya rasa sangat murah hanya Rp. 6 juta dan SPP  Rp. 2 juta, mahasiswa sudah bisa mendapatkan fasilitas lengkap termasuk laptop,” terangnya.