Sistem Pendidikan Politeknik

poltekom.ac.id
Logo Poltekom
Definisi Sistem Pendidikan Vokasi

Menurut Pasal 15 UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional , Pendidikan Vokasi merupakan pendidikan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu maksimal setara dengan program sarjana dan nantinya sampai pascasarjana (magister terapan dan doktor terapan). Ciri khas umum sistem pendidikan vokasi adalah proses pembelajaran berbasis kompetensi tertentu (competence based education) yang memberikan gambaran jelas akan jumlah dan ragam skill / kompetensi spesifik yang telah dikuasai pasca pendidikan berikut jam terbang (experience hour) dalam kompetensi tersebut.

Sistem Pendidikan Politeknik Kota Malang
  • Berisikan materi teori 30% dan praktik 70% yang disampaikan melalui Kurikulum Berbasis Kompetensi 4+2 sebanyak 120 SKS untuk Program Diploma III. Yaitu 4 semester pendidikan dalam kampus, dan 2 semester pendidikan di industri (job internship). Guna menjamin tercapainya ciri khusus pembelajaran vokasi (1 man 1 tool), diterapkan ukuran kelas kecil dengan jumlah maksimal 24 mahasiswa perkelas. Penekanan di bidang attitude diarahkan untuk mencapai karakter kedisiplinan, integritas, dan kejujuran.
  • Sistem pendidikan berupa sistem belajar waktu penuh (sesuai jam kerja) Senin – Jumat mulai pukul 07.00 sampai dengan 15.00 (7 jam) per hari. Sehingga memenuhi total 35 jam per minggu. Pendidikan dilaksanakan dengan sistem semi blok. Beberapa mata kuliah kompetensi khusus akan diberikan dalam 1 hari penuh selama 1 minggu secara terus menerus (blok), dan mata kuliah kompetensi lain diselesaikan selama 1 semester secara normal (non blok).
  • Setiap mahasiswa direkomendasikan memiliki komputer jinjing (notebook) yang digunakan setiap hari sebagai sarana perkuliahan.
  • Beberapa mata kuliah akan mengharuskan mahasiswa untuk menempuh uji kompetensi tertentu sebagai syarat lulus.

Proses pembelajaran di bidang hard skill dicapai melalui penerapan konsep problem base learning berisikan materi teori 30% dan praktek 70% yang disampaikan melalui Kurikulum Berbasis Kompetensi 4+2 untuk Program Diploma III. Agar tingkat ketercapaian tujuan pembelajaran terjamin, diterapkan ukuran kelas kecil dengan jumlah maksimal 24 mahasiswa perkelas. Penekanan di bidang soft skill diarahkan untuk mencapai karakter kejujuran, kepemimpinan, kedisiplinan, kerjasama tim, dan memiliki etos kerja tinggi. Karakter tersebut selalu dikembangkan, karena telah teruji berhasil mengatasi masalah baik di masa lampau, masa sekarang, maupun di masa yang akan datang.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 60 tahun 1999, untuk gelar lulusan program Diploma III adalah Ahli Madya yang disingkat A.Md,. Penggunaan gelar lulusan dalam bentuk singkatan itu ditempatkan di belakang nama penyandangnya.

 

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.