Menuju Teaching Industri, POLTEKOM Perbanyak Undang Pakar

Menuju Teaching Industri, POLTEKOM Perbanyak Undang Pakar
sigid yulianto
BAGI ILMU : Direktur PT. Catur Mukti Pratama Ir. Sigit Yulianto saat menjadi pembicara di POLTEKOM

POLTEKOM –  Politeknik Kota Malang (POLTEKOM) banyak mengundang pakar terutama dari Dunia Usaha dan Industri (DUI). Jika bulan lalu POLTEKOM menghadirkan mantan direktur PT. Dirgantara Indonesia (PT. DI), Kamis (17/3) kemarin kampus unggulan di kawasan Tlogowaru itu giliran mendatangkan mantan direktur PT. Newmont.
Direktur POLTEKOM Dr. Isnandar MT menegaskan, semakin seringnya menghadirkan pakar dari kalangan industri ke POLTEKOM tak lepas dari keinginan mengintensifkan link and match antara institusi yang dipimpinnya dengan kalangan DU/I.
“Ini sejalan dengan keinginan kami mewujudkan kampus POLTEKOM menuju Teaching Industri,” tegasnya kepada peserta kuliah tamu.
Yang harus dilakukan, lanjut mantan Pembantu Rektor IV di Universitas Negeri Malang (UM) ini, politeknik berupaya menyediakan peralatan latihan kerja yang memadai dan tidak ketinggalan teknologi serta melengkapi kualifikasi lulusannya sesuai standar industri. Didukung ketersediaan peralatan di laboratorium Poltekom yang memadai, kedekatan dengan kalangan industri serta model perkuliahan yang dilakukan, pihaknya optimis POLTEKOM mampu melahirkan output yang berakhlak mulia, mandiri, siap kerja dan kompetitif sesuai visi POLTEKOM.
“Kolaborasi dengan dunia industri ini penting dan harus selalu dilakukan,” imbuhnya.
Senada disampaikan Ir. Kusumo Komisaris PT. Cyclon Energi Nusantara yang menganjurkan agar Politeknik-Politeknik di Indonesia kembali menggairahkan forum komunikasi dengan industri. Mengapa ini perlu dilakukan? Menurutnya, agar selalu terjaga kesinambungan antara tuntutan industri dan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) dari Politeknik.
“Selain itu dunia industri sebenarnya juga menantikan riset-riset kalangan akademisi,” tukas pendiri Forum Komunikasi Politeknik Industri (FKPI) ini.
Ditambahkan, pada era tahun 80-an pihaknya pernah menggagas pameran teknologi industri. Diluar dugaan responnya sangat bagus, kalangan industri menengah hingga industri besar turut bergabung dan menyambut baik adanya pameran tersebut. Alhasilnya, gap yang selalu ada di kalangan industri dan akademisi terjembatani.
Pemateri lain, Direktur PT. Catur Mukti Pratama Ir. Sigit Yulianto menggaris bawahi pentingnya mutu Riset & Development (R & D) harus match dengan kebutuhan pasar yang akan datang dan bukan ikut-ikutan tren.
“Mengembangkan R&D harus sesuai kebutuhan ke depan,” timpalnya.
Untuk mewujudkannya, ia menganjurkan kalangan akademisi menggagas IOT (Internet Of Things) yakni dengan melakukan riset-riset tertentu semisal untuk memecahkan berbagai problematika yang banyak terdapat di masyarakat. Fungsi riset dan inovasi akademisi ini juga dinanti kalangan industri. (din)