Mahasiswa Telekomunikasi Kembangkan Antena Multifungsi

Mahasiswa Telekomunikasi Kembangkan Antena Multifungsi
KAGUM : Villva Chelvam mahasiswi RP Singapore memegang antena multifungsi karya mahasiswa TT POLTEKOM.

POLTEKOM Masyarakat pecinta acara-acara TV kini tidak perlu risau lagi dengan ribetnya pemasangan antena TV, sebab mahasiswa program studi (Prodi) Teknik Telekomunikasi (TT) Politeknik Kota Malang (POLTEKOM) telah mengembangkan antena TV plus Wifi.  Alat bernama ‘Antena Microstrip Rectangular Circular’  (AMRC) ini memiliki daya tangkap luar biasa sehingga AMRC cukup diletakkan disamping TV maka acara dari beberapa channel bisa diterima dengan kualitas gambar lumayan jernih.

Ahmad Mustofa, sang pembuat AMRC mengatakan kelebihan produk ini adalah masyarakat tidak perlu lagi meletakkan antena TV di atas atap rumah sehingga membutuhkan kabel rol panjang. Dengan AMRC ini cukup menggunakan kabel 1 – 2 meter dan diletakkan disamping TV sudah cukup.

“Kualitas gambar dan suara gak kalah lho,” selorohnya berpromosi.

Dijelaskan, AMRC juga dilengkapi penguat Wifi artinya bisa membantu pengguna android menangkap sinyal internet di tempat tertentu. Dengan kombinasi keduanya, maka pengguna dapat mudah menjangkau siaran televisi sekaligus akses inet dari tempat manapun.   Well,,, asyik kan ,,,

Disinggung soal bahan baku dan biaya pembuatannya, alaumni MAN Lumajang ini menuturkan bahan baku terbuat dari PCB FR4 yang banyak dijumpai di pasaran atau toko elektronika. Namun jangan salah, yang justru rumit adalah hitungan khusus dari masing ukuran antena itu.

“Ada rumusnya loh,” cetusnyakemudian.

Yang pasti hingga kini, ia menambahkan, antena itu sudah memiliki beberapa ukuran dan bentuk yang unik diantaranya bentuk segitiga, balok, kotak, lingkaran hingga bentuk gunungan wayang. Sehingga pas juga bila dipilih menjadi sovenir kegiatan.  Ukuran terkecil 5 x 6 cm bisa menangkap 12 channel TV dan terbesar 12 X 30 cm mampu menangkap 9 channel.

Vilva Chelvam, mahasiswa Business Applications Republic Politechnic (RP) Singapore yang tengah berkunjung ke Poltekom beberapa waktu lalu mengaku tertarik dengan produk karya Tugas Akhir (TA) mahasiswa Teknik Telekomunika Poltekom ini. Iapun tak canggung saat diajak berpose sambil memegang AMRC yang menurutnya unik tersebut.

“I think, this is unique,” cetusnya.  (din)