Mahasiswa POLTEKOM Rancang Kamera Fauna

Mahasiswa POLTEKOM Rancang Kamera Fauna

POLTEKOM – Sebuah inovasi baru terlahir dari hasil cipta karya mahasiswa Politeknik Kota Malang yang diberi nama Auto Rotating Camera Trap. Kamera ini digunakan untuk mengidentifikasi binatang yang ada di hutan. Mengingat belum adanya kamera identifikasi untuk hewan liar di hutan pengguna bisa dengan mudah mengidentifikasi adanya hewan liar. Kamera ini sangat bermanfaat bagi konservasi alam dan peneliti fauna. Auto Rotating Camera Trap ini diciptakan oleh Dia Alfi mahasiswa jurusan Teknik Mekatronika semester 6 yang bernama Dian Alfi.

PENJELASAN : Wadir III Aditya Kurniawan sedang menjelaskan system kerja  kamera fauna (Auto Rotating Camera Trap) kepada  pengunjung dari dunia industry di POLTEKOM.
PENJELASAN : Wadir III Aditya Kurniawan sedang menjelaskan system kerja kamera fauna (Auto Rotating Camera Trap) kepada pengunjung dari dunia industry di POLTEKOM.

Panji Peksi Branjangan ST, MT pembimbing utama menjelaskan, sistem kerja kamera ini adalah dengan menggunakan tenaga surya atau tenaga matahari yang ditangkap oleh solar cell dan kemudian dikonversikan menjadi energy listrik. Energi listrik yang tersimpan inilah yang akan berfungsi di malam hari.
“Mengisi baterai dilakukan saat siang hari dan malam hari daya bisa digunakan,” jelasnya.
Pria yang sedang menyelesaikan program magister ini menambahkan ketika kamera ini beroperasi alat sensor akan bergerak dengan cepat, berputar mengidentifikasi hewan liar yang tertangkap kamera full dan detail. Secepat apapun laju lari hewan yang akan diidentifikasi akan mampu tertangkap oleh camera ini, karena kemampuannya memutar badan dan kecepatannya menangkap objek. Bahjan saat malam haripun bisa menggunakan flash.
Dian Alfi sang penggagas alat mengungkapkan bahan untuk membuat kamera ini adalah dengan menggunakan lensa Go Pro, yang dibongkar dan dimodifikasi untuk bisa berfungsi sebagai kamera identifikasi. Kemasan luar dari camera ini berbentuk batang pohon, desain ini dengan sengaja dibuat untuk menambah nilai estetikanya. Kamera ini juga rencananya akan dikomersilkan dan ditawarkan kepada kementrian kehutanan, untuk membantu mengidentifikasi adanya hewan liar dengan sempurna.
“Mudah-mudahan karya saya ini bisa berguna untuk masyarakat luas,” harap Dian Alfi
Alumni SMKN 1 Singosari jurusan Mekanik Otomotif ini menceritakan awal mula timbulnya inspirasi membuat alat ini adalah pertemuan dengan sahabat lama yang bekerja sebagai tenaga lapangan di lembaga konservasi alam “Sahabat Alam” yang sedang bertugas di hutan kondang merak Malang Selatan. Di lembaga tersebut sudah menggunakan produk serupa tetapi barang nya cukup mahal karena barang import.
“Mulai trial dan penelitian sampai jadi produk tersebut saya habiskan dana sekitar Rp. 3 juta,” pungkasnya. (din)