Mahasiswa Poltekom Ciptakan Mesin Pemotong Rumput dg Remote Control

Mahasiswa Poltekom Ciptakan Mesin Pemotong Rumput dg Remote Control

Masyarakat penggemar sepak bola sebentar lagi tidak perlu susah ketika ingin merapikan rumput lapangan sepak bola, Pasalnya, mungkin saja hasil tugas akhir (TA) Gati Andika Suryadi mahasiswa teknik Mekatronika (TM) Politeknik Kota Malang (Poltekom) ini jadi solusinya.

TA berjudul “Alat Pemotong Rumput Berbasis Microcontroller AT Mega 8, dengan Remote Control Sebagai pengendali”, ini sukses dirakit dan dioperasikan, sehingga kegiatan memotong rumput yang cenderung dianggap melelahkan sekaligus menjenuhkan kini menjadi asyik tak ubahnya bermain mobil remote.

“Idenya muncul saat saya berteduh di lapangan alap-alap kesatrian,”  ungkapnya.

Secara spesifik dijelaskan alumni SMKN 11 Malang ini, karyanya ini mungkin baru ada di Indonesia, tetapi untuk di dunia sebelumnya sudah ada milik warga Amerika Serikat yang dia buktikan saat searching dari mesin pencari Google. Bedanya adalah sumber utama mesin pemotong rumput USA tersebut menggunakan dua sumber utama yakni bensin dan aki kering. Sementara karyanya lebih efisien yakni cukup menggunakan bahan bakar minyak (BBM) saja.

Tak bisa  dihindari, jelasnya, penggunaan aki kering untuk desain mesin pemotong rumput harus ada yakni untuk menggerakkan motor listriknya. Tetapi untuk karyanya tersebut di tambahkan rangkaian microcontroller khusus sehingga motor bahan bakar mesin di modifikasi mampu mewujudkan perubahan daya dari gerak ke daya listrik. “Jadi saat mesin dinyalakan otomatis pengecasan aki berlangsung,” tukasnya bangga.

Lebih jauh, anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Edi Suryanto dan Sri Utami ini menuturkan untuk menghasilkan karyanya tersebut dia total menghabiskan dana sekitar Rp. 5 juta. Tetapi beruntung pengeluarannya sedikit lebih ringan karena sebagian dibantu oleh Bagus Gunawan salah seorang dosen di Poltekom. Menurutnya bantuan diberikan manakala sang dosen tertantang dengan idenya tersebut dan bersedia membantu pendanaan.

“Tentu saja saya berterima kasih dengan support beliau,” cetusnya.

Meski demikian, menurut dia, dirinya berencana memodifikasi beberapa bagian agar lebih sempurna Karena dia melihat desainnya ini masih memiliki beberapa kelemahan, di antaranya dari sisi ban. Pemilihan ban pacul diharapkan mengatasi kekurangan performa yakni saat mesin pemotong rumput menjangkau area becek atau gembur. (din)