LP2M Gelar Seminar HKI

LP2M Gelar Seminar HKI
dpilih (4)
SEMINAR HKI : Cahyo Budi Nugroho (Poltek Batam) memaparkan pengalamannya di seminar HKI POLTEKOM.

POLTEKOM – Pengurusan hak paten yang menjadi bagian dari Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi peneliti di lingkungan perguruan tinggi hukumnya wajib, yaitu sebagai bentuk pengakuan terhadap karya intelektual yang telah dihasilkan oleh penemu, pencipta atau pendesain sehingga ia harus diberikan penghargaan sebagai imbangan atas upaya kreatifnya dalam menemukan/menciptakan karya intelektualnya.
Disisi lain, masih ada semacam keengganan dikalangan peneliti untuk melakukan pengurusan tersebut lantaran mungkin mereka belum memahami proses pengurusan HKI maupun iklim di lingkungan kerja yang belum tercipta.
Demikian dijelaskan Cahyu Budi Nugroho, ST., M.Sc., pemateri diacara Seminar Hak Kekayaan Intelektual Bagi Sivitas Akademika POLTEKOM yang digelar di gedung B kampus POLTEKOM, Kamis (26/11) kemarin.
“Seringkali para peneliti harus berpikir berkali-kali sebelum mengurus hak patennya, padahal itu sangat penting,” tutur pria bercambang ini.
Pria yang juga Ketua Program Studi di Teknik Mesin di Politeknik Negeri Batam ini menambahkan, berdasarkan pengalaman selama ini ada trik agar pengurusan HKI terutama Hak Paten tetap dilakukan para dosen atau peneliti dan mereka tidak gentar dengan biaya perawatan patennya yang bernilai 30 juta selama 3 tahun.

Minimal mendapatkan register terlebih dahulu dengan biaya 350 ribu sehingga peneliti/dosen bisa mengantongi poin 40 untuk angka kredit. Syukur jika nanti hak patennya itu diminati kalangan industri sehingga membantu biaya perawatan paten yang berkisar 30 juta/ 3 tahun.
“Minimal paten kita teregister dulu,” timpalnya seraya menjelaskan izin paten biasanya rentang 6 bulan hingga 3 tahun, namun jika ada industri tertarik waktunya bisa lebih singkat menjadi 3 – 6 bulan saja.
Rizki Priya Pratama, ST., M.T., M.Sc., Kepala LP2M POLTEKOM menyebut, kegiatan ini sebagai upaya pembinaan berkelanjutan. Tujuannya agar dikalangan dosen POLTEKOM terutama yang sedang melakukan penelitian muncul awareness tentang perlunya pengurusan Hak Paten maupun Hak Cipta.
“Sebelum kecewa karena paten kita diklaim orang lain maka perlu kita daftarkan dulu,” tukas alumni magister program Automation et Control Enginering di Universite D’Angers Prancis ini. (din)