LOKAKARYA PENULISAN BUKU AJAR TAHUN 2012

I. Latar Belakang

Keberadaan Buku/Modul Ajar memegang peranan sangat penting terhadap keberhasilan proses belajar mengajar, terlebih untuk pendidikan bidang Vokasi yang menekankan pada penguasaan keahlian terapan. Buku ataupun Modul ajar memiliki karakteristik yang berbeda, dimana buku ajar hendaknya mampu menumbuhkan minat dari pembaca khususnya mahasiswa, tidak seperti buku teks yang lebih didasarkan pada asumsi minat pembaca. Aspek lain yang hendaknya tercakup dalam buku ataupun modul ajar adalah dirancang untuk digunakan oleh mahasiswa, memiliki tujuan instruksional, mengarah pada pencapaian akhir kompetensi pembelajaran, berfokus pada pemberian kesempatan mahasiswa untuk dapat berlatih, mengakomodasikan kesulitan belajar mahasiswa serta mempunyai mekanisme untuk mengumpulkan umpan balik dari mahasiswa. Substansi materi yang terkandung dalam buku ataupu modul ajar haruslah juga selaras dengan garis besar program pengajaran dan satuan acuan pengajaran yang direncanakan bagi suatu mata kuliah. Oleh karena itu dalam proses penyusunannya harus mengikuti suatu kaidah yang runtut, sistematis dan rasional yang mampu menggambarkan tujuan akhir pembelajaran, topik bahasan, sub topik bahasan, kriteria penilaian hasil pembelajaran, skema hubungan antar topik bahasan hingga contoh-contoh persoalan ataupun kasus yang relevan di dalam dunia nyata.

Salah satu kegiatan yang tercakup dalam Program Hibah Penguatan untuk Politeknik Kerma Pemda (PHP PKP) pada tahun 2012 adalah program penulisan buku ajar yang tercakup dalam komponen pembiayaan insentif inovasi bagi staf politeknik kerma pemda. Agar buku ataupun modul ajar yang dihasilkan oleh politeknik kerma pemda ini memiliki kualitas dan keseragaman substansi sebagaimana tersebut diatas, maka kegiatan ini perlu didukung dengan kegiatan lokakarya yang dapat memberikan bimbingan kepada para staf pengajar politeknik pemda agar mampu melakukan penulisan buku ataupun modul ajar sesuai dengan kaidah-kaidah yang dipersyaratkan.

II. Tujuan

Tujuan Kegiatan Lokakarya Penulisan Buku/Modul Ajar ini adalah:

  1. Memberikan bimbingan kepada para staf pengajar politeknik kerma pemda tentang cara mengintegrasikan GBPP dan SAP yang telah dibuat ke dalam buku/modul ajar yang akan dibuat;
  2. Memberikan bimbingan kepada para staf pengajar politeknik dalam membuat rancangan buku atau pun modul ajar dengan format yang sesuai untuk pendidikan politeknik;
  3. Memberikan bimbingan pengembangan/penulisan substansi materi buku ataupun modul ajar dengan merujuk pada format yang sesuai untuk pendidikan politeknik.

III. Target Luaran
Adapun target luaran ini adalah:

  1. Buku/modul ajar yang tersedia di politeknik akan semakin lengkap sehingga proses pembelajaran akan berjalan semakin baik;
  2. Mendorong terciptanya budaya menulis di kalangan staf pengajar politeknik, terutama yang berkaitan dengan penulisan buku ataupun modul ajar;
  3. Terciptanya buku atau pun modul ajar dengan format yang sesuai untuk pendidikan politeknik.

IV. Mekanisme Pelaksanaan

Lokakarya Penyusunan Buku/Modul Ajar berlangsung efektif selama dua hari di Hotel Fave Surakarta. Kegiatan ini Dibagi menjadi tiga seksi yaitu penyajian materi kepada peserta, bimbingan praktek kepada peserta, dan presentasi hasil praktek oleh peserta. Penyajian materi dilakukan oleh empat orang narasumber dengan pokok materi yang berbeda.

Materi 1
Penyaji pertama adalah perwakilan dari DP2M Dikti yaitu Ibu Suminar Setiati Achmadi dengan judul materi Program Pembinaan Penulisan Buku Ajar di Ditjen Dikti dengan poin-poin sebagai berikut:
a. Buku dapat dijeniskan menjadi 4:

  • monograf,
  • buku rujukan,
  • buku ajar, serta
  • buku dagang.

b. Kegunaan buku ajar:

  • sarana pengantar ilmu pengetahuan bahasa dibuat mudah dimengerti untuk usia mahasiswa;
  • ilustrasi umumnya banyak,
  • untuk memperjelas konsep;
  • dapat “mengajar sendiri”, tetapi dengan peran dosen akan lebih baik;
  • sebaiknya dibawa sewaktu kuliah;
  • waktu pengajaran bisa lebih singkat (tak perlu menulis rumus, tabel, gambar, soal latihan);
  • tugas baca dan PR dapat diberikan sebelum kuliah; tersedia soal latihan sebagai sarana swauji bagi dosen maupun bagi mahasiswa

c. Spektrum isi buku ajar:

  • untuk mahasiswa pemula
  • mengenali dan mengingat
  • pemahaman
  • penerapan
  • untuk mahasiswa lanjut
  • sintesis
  • analisis

d. Tahapan menulis buku ajar

  • merumuskan sasaran pengajaran
  • menyiapkan soal yang mewakili
  • menganalisis struktur dasar
  • menyusun bahan: beruntun & bersistem
  • (termasuk hasil penelitian di dalam negeri)
  • mengujicobakan naskah
  • memperbaiki naskah

Materi 2
Penyaji kedua adalah Bapak Budi Santoso dari POLBAN dengan judul materi Skema dan Tata Kelola serta Format Buku Ajar PHP-PKP. Pada bagian ini pemateri menegaskan kembali terhadap kegiatan pembuatan bahan atau buku ajar yang termasuk dalam kegiatan Insentif Inovasi yang dihibahkan secara bersaing di tingkat institusi.
Mekanisme implementasi dari pembuatan buku ajar ini adalah sebagai berikut:

  1. Pengusul mengajukan proposal kepada Unit Pelaksana Hibah
  2. Unit Pelaksana Hibah mengusulkan nama-nama 3 calon evaluator (2 orang evaluator dari bidang ilmu yang serumpun dan satu orang evaluator yang independen) yang diangkat melalui Surat Keputusan Direktur politeknik.
  3. Para Calon Evaluator dengan disertai CV-nya dimohonkan persetujuan kepada Direktur Belmawa dan bila disetujui maka tim tersebut dapat mulai melaksanakan tugasnya.
  4. Tim evaluator melakukan seleksi pada proposal yang masuk dan menentukan pemenangnya serta menyampaikan hasilnya kepada Unit Pelaksana Hibah.
  5. Ketua Unit Pelaksana Hibah mengajuakan draft kontrak pemenang kepada Direktur Belmawa untuk mendapat persetujuan dan pemenang dapat segera melaksanakan kegiatan bila kontrak disetujui, serta membuat laporan akhir pada saat kegiatan selesai sebanyak dua rangkap (1 untuk Unit Pelaksana Hibah dan 1 untuk Direktur Belmawa)

Sedangkan persyaratan kegiatan ditentukan dengan aturan sebagai berikut:

  1. Pengusul merupakan dosen tetap politeknik bersangkutan;
  2. Pengusul tidak sedang dalam masa studi / tugas belajar;
  3. Buku ajar yang diajukan bukan hasil terjemahan atau saduran dan harus bebas dari plagiarisme;
  4. Jumlah hibah dapat diberikan paling banyak 70% dari populasi jumlah dosen yang ada dalam suatu program studi;
  5. Rasio antara jumlah hibah dan jumlah staf yang memenuhi syarat untuk mengajukan proposal sangat penting untuk menjaga daya saing di unit kerja (3 proposal untuk 1 pemenang).
  6. Proposal yang diajukan untuk memperoleh pendanaan adalah berwujud Rancangan Buku Ajar yang sudah lengkap.
  7. Jangka waktu penulisan buku ajar sampai tanggal 15 Desember 2012

Materi 3
Pembicara ketiga adalah Bapak Ludfi Djadjanto  dari POLINEMA dengan judul materi Penulisan Buku/Modul Ajar Berbasis E-Learning. Dalam kesempatan ini pemateri menyampaikan pengembangan bahan ajar yang dapat dirupakan dalam materi elektronik. Kebutuhan penggunaan e-learning ini didasarkan pada:

  • Up-skilling and re-skilling
  • Lifelong learning
  • Development
  • Sharing
  • Competition
  • Content creation by teacher and student
  • Quality and relevant content
  • Anywhere, anytime learning

Model e-learning delivery ini memiliki beberapa karakteristik yang juga harus diperhatikan agar maksud dan tujuannya dapat tercapai dan sesuai sasaran:
• Mahasiswa dapat mengakses materi ajar:
– Tanpa dibatasi waktu
– Tanpa dibatasi ruang & tempat
• Dukungan komunikasi:
– synchronous
– asynchronous
– dapat direkam
• Jenis materi ajar:
– multimedia (teks, gambar, audio, video, animasi)
• Paradigma pendidikan “learning-oriented”:
– asumsi: setiap mahasiswa ingin belajar dengan sebaik-baiknya
– pelajar akan secara aktif terlibat dalam membangun pengetahuannya dan mengaitkannya dengan apa- apa yang telah diketahuinya atau dialaminya

Materi 4
Pembicara keempat adalah Ibu Nunung Martina  dari PNJ dengan judul materi Penjabaran GBPP Hingga Menjadi Buku Ajar.
Pokok bahasan yang disampaikan oleh pemateri ini menjadi inti dari workshop secara keseluruhan karena harus menghasilkan produk sebagai hasil dari kegiatan. Langkah-langkah untuk menyusun buku/modul ajar adalah sebagai berikut:
1. Menyusun Strategi Pembelajaran adalah pendekatan tertentu yang dilakukan dosen dalam mengelola kegiatan pembelajaran agar isi/materi pembelajaran dapat ditangkap oleh mahasiswa dengan baik dan mudah. Strategi pembelajaran ini harus meliputi 4 komponen, yaitu:
• urutan kegiatan pembelajaran,
• metoda pembelajaran,
• media pembelajaran dan
• estimasi waktu.
2. Strategi pembelajaran kemudian secara umum dirumuskan dalam GBPP (Garis Besar Program Pembelajaran); dan secara khusus menjadi SAP (Satuan Acara Pembelajaran)
3. Sebelum GBPP dan SAP terbentuk harus terlebih dahulu dilakukan Analisis Pembelajaran serta menyusun peta kompetensi.
Setelah sesi penyajian materi, selanjutnya adalah praktek penulisan buku ajar yang dibimbing oleh Ibu Nunung Martina dan Bapak Budi Santoso. Dalam praktek penulisan buku ajar ini peserta dikelompokkan menurut asal institusinya masing-masing untuk menyusun rancangan buku ajar yang terkait dengan GBPP dan SAP. Kemudian dilanjutkan dengan presentasi hasil praktek oleh perwakilan kelompok untuk memperoleh tanggapan, saran, maupun perbaikan dari Ibu Nunung Martina dan Bapak Budi Santoso.

V. Hasil Kegiatan

Setelah melaksanakan kegiatan ini peserta workshop memperoleh hasil sebagai berikut:

  1. memperoleh wawasan mengenai cara mengajukan hibah buku ajar kepada DP2M Dikti;
  2. memperoleh wawasan mengenai konsep buku teks dan buku ajar serta perbedaan karakteristik antara buku teks dengan buku ajar;
  3. memperoleh kemampuan praktis mengenai cara mengintegrasikan GBPP dan SAP yang telah dibuat ke dalam buku/modul ajar yang akan dibuat;
  4. memperoleh kemampuan praktis mengenai cara penulisan Tujuan pencapaian pembelajaran, topik, dan sub topik bahasan, skema pokok bahasan;
  5. memperoleh kemampuan praktis mengenai cara penjabaran rancangan buku ajar hingga menjadi buku ajar.

VI. Tindak Lanjut Kegiatan

Tindak Lanjut Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan sebagai berikut:

  1. Mensosialisasikan hasil kegiatan yang diperoleh kepada dosen Politeknik Kota Malang untuk memutakhirkan bahan ajar dengan format yang sesuai pendidikan di Politeknik;
  2. Menerapkan hasil kegiatan yang telah diperoleh dengan meyusun bahan ajar dengan format yang sesuai pendidikan di Politeknik.

VII. Kesimpulan

Kegiatan Lokakarya Penyusunan Buku/Modul Ajar mempunyai banyak sekali manfaat bagi pesertanya. Dengan melakukan kegiatan Lokakarya Peyusunan Buku/Modul Ajar peserta merasa perlu untuk menyusun buku ajar dengan format yang sesuai pendidikan di Politeknik. Hal ini dikarenakan peserta merasa memperoleh banyak keuntungan dengan menyusun buku ajar tersebut, di antaranya adalah peserta yang juga sebagai staf pengajar di Politeknik Kota Malang akan memperoleh kemudahan dalam kegiatan pembelajaran di dalam kelas dan juga bisa mengajukan hibah bahan ajar kepada DP2M Dikti.

Peserta juga memperoleh kemampuan praktis mengenai cara perancangan buku ajar karena pada kegiatan ini disampaikan materi mengenai karakteristik buku ajar, cara perancangan buku ajar, dan lainnya yang dilanjutkan dengan praktek perancangan buku/modul ajar. Selain itu, peserta juga memperoleh wawasan mengenai pembelajaran melalui e-learning, yaitu pembelajaran melalui media elektronika. Dengan melakukan pembelajaran e-learning, dosen dan mahasiswa bisa melakukan pembelajaran dari jarak jauh baik secara on-line maupun secara off-line. Kegiatan ini diselingi dengan kunjungan ke Politeknik ATMI Surakarta sebagai pihak penyelenggara. Melalui kunjungan ini peserta bisa melihat dan mengetahui bahan ajar yang digunakan di Politeknik ATMI Surakarta serta kondisi dari politeknik tersebut.