Kuliah Tamu PT. Mitutoyo Indonesia

Kuliah Tamu PT. Mitutoyo Indonesia

POLTEKOM – Politeknik Kota Malang kembali menggelar kuliah tamu dengan dengan menghadirkan pemateri dari PT. Mitutoyo Indonesia, perusahaan asing (Jepang) asal Cikarang Selatan, Bekasi yang bergerak di bidang pembuatan peralatan industry, Kamis (19/5) kemarin.

19-5 mitutoyo (1)
Dalam sambutannya, Dr. Isnandar M.T Direktur Politeknik Kota Malang menyatakan kegiatan memperbanyak kuliah tamu sejalan visi menjadikan Poltekom sebagai Politeknik yang unggul dan berdaya saing di era 2025, dengan menjalankan icon terbarunya Innovative Teaching Industry (Innoty).
“Icon ini sebagai salah satu upaya mewujudkan visi itu,” ungkapnya.
Dengan icon baru ini, lanjutnya diharapkan Politeknik Kota Malang bisa menghasilkan lulusan tenaga ahli madya yang terampil dan siap kerja mengisi peluang-peluang kerja di industri nasional, multinasional maupun siap mandiri dan membuka lapangan kerja baru. Serta tak lupa lulusan Politeknik Kota Malang diharapkan lebih siap menghadapi ketatnya persaingan di era persaingan global setelah diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).
Andri Widyanto, Application Engineer PT. Mitutoyo Indonesia banyak memperkenalkan skema dan tata cara penggunaan alat ukur seperti micrometer, caliper baik small tools maupun major tools produksi Mitutoyo. Masing-masing alat memiliki
“Kenapa para professional perlu menggunakan alat ukur ? Jawabannya agar kita bisa tahu kualitas suatu produk,” jelasnya.
Disisi lain, Andri memberikan semacam tips agar peralatan micrometer tetap awet harus mengindahkan tatacara penggunaan hingga penyimpanannya, seperti menggunakan sarung tangan saat menggunakan alat tertentu. Hal lain perlu diperhatian antara lain perubahan suhu atau temperature sebab alat ukur tidak boleh terkena matahari secara langsung, ruangan penyimpanan terdapat sirkulasi udara, melepas battery saat tidak digunakan serta dilarang menyimpan di area kelembaban rendah.
“Selain itu untuk memulai pengukuran harus menetapkan titik awal pada angka nol (zero point setting) dengan cara menjepitkan kertas tidak berserat pada awal memulai pengukuran,” tukasnya. (din)