Kerja Keras, Kunci Meraih Kesuksesan

Kerja Keras, Kunci Meraih Kesuksesan
KOMPAK ; Mahasiswa praktek kewirausahaan untuk memupuk softskill guna meraih kesuksesan masa depan.
KOMPAK ; Mahasiswa praktek kewirausahaan untuk memupuk softskill guna meraih kesuksesan masa depan.

POLTEKOM – Kiat sukses berwirausaha dipraktekkan langsung peserta mata kuliah Kewirausahaan di Program Studi Teknik Informatika (TI) Politeknik Kota Malang (Poltekom) Rabu (1/4) kemarin. Para mahasiswa bekerja secara kelompok menyajikan aneka cemilan berbahan dasar singkong (manihot utilissima, latin red). Kelompok 1 (satu) menampilkan BASIC (Bal Singkong Cheese) bukan sekedar singkong keju, kelompok 2 (dua) Pohong Keju Curhat dan kelompok 3 (tiga) menghadirkan Siju Days (Singkong Keju).

Dosen pengajar Kewirausahaan, Drs. Agung Swasono mengungkapkan, pemilihan singkong dimaksudkan untuk melestarikan makanan khas asli Indonesia yang mudah didapatkan di pasar serta harganya terjangkau. Dengan sedikit kreasi, bahan dasar singkong itu bisa mendatangkan rejeki tersendiri sekaligus mata pencaharian baru bagi masyarakat Indonesia. “Asalkan dikemas menarik dan rasanya enak akan laku dipasaran,” terangnya.
Sebagai ilustrasi, hal serupa sudah dilakukan seorang pengusaha di Jawa Barat yang terbukti sukses mengelola singkong keju aneka rasa dan kini menjadi buah bibir masyarakat karena kesuksesannya. Dengan kemasan menarik ditambah taburan keju, coklat, strawberry serta rasa yang lezat maka penghasilan perhari pengusaha tersebut kini menembus angka 50 juta setiap bulan. Namun demikian kesuksesan tersebut tidak diraih begitu saja semudah membalik telapak tangan. Dibutuhkan kunci sukses utama yakni kerja keras dan pantang putus asa.
“Nah kerja keras dan berlatih berkelompok ini yang sedang mereka pelajari,” imbuhnya.
Anak-anak, lanjut pria dengan hobi bermusik ini, perlu mencontoh kesuksesan yang sudah diperoleh orang lain. Kalau bisa usai melihat dilanjutkan duplikasi (meniru) kemudian modifikasi untuk menghasilkan produk berbeda dengan citarasa berkelas yang tak kalah dengan produk sebelumnya. Resepnya adalah ATM (amati, tiru & modifikasi).
Yang tak kalah penting, penyusunan bisnis plan harus sudah dilakukan diawal memulai usaha. Dengan bisnis plan yang tepat dan realistis di tunjang penetapan target capaian BEP yang rasional selama 1, 2 atau 3 tahun.
Golden Key, salah seorang mahasiswi peserta perkuliahan Kewirausahaan mengakui ternyata banyak hal bisa diperoleh dari kerja bareng secara kelompok. Unsur-unsur softskill seperti kerjasama, gotong royong, bahu membahu serta saling tolong menolong antar sesama anggota menjadi menu penting yang didapat semua anggota kelompok.
“Manfaat lain adalah mengasah kepekaan dan insting bisnis saya sebagai bekal usai lulus kuliah nanti,” tambahnya. (din)

IMG_20150401_134621 IMG_20150401_132352 IMG_20150401_134427