Kemenristek Dikti Tantang Mahasiswa Poltekom ke China

Kemenristek Dikti Tantang Mahasiswa Poltekom ke China
Paristianti
DUKUNG PENUH VOKASI : Direktur Belmawa Dr. Paristyanti Nurwardhani saat memberikan orasi ilmiah di acara Dies Natalis ke 8 Poltekom, Selasa (6/9) kemarin.

POLTEKOM – Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemenristek Dikti Dr. Paristiyanti Nurwardhani, memberi tantangan belajar ke China kepada mahasiswa Politeknik, termasuk mahasiswa Poltekom. Program ini adalah kerjasama antara pemerintah Indonesia dan China yang dilaksanakan melalui Kemenristek Dikti, sebagai program pembelajaran teknologi bagi mahasiswa Politeknik se Indonesia.  “Saya tantang sekarang, mahasiswa Politeknik bersiap diri merebut beasiswa program ini,” cetusnya di acara Dies Natalis ke 8 Poltekom  Rabu (6/9) kemarin. Kenapa mahasiswa Politeknik? Menurutnya hal ini sesuai dengan 9 Nawacita presiden Jokowi yakni salah satu cita-cita bangsa adalah meningkatkan produksi dan daya saing, sebagai refleksi perwujudan masyarakat Indonesia yang sejahtera. Wanita berkerudung ini menambahkan, peserta yang lolos seleksi akan di berangkatkan dan dibiayai ke China, untuk menimba ilmu tekhnologi. Periode pemberangkatan pertama yakni Februari hingga April 2017. Periode selanjutnya Oktober 2017. Syaratnya mahasiswa memiliki IELTS minimal 5,5, berkarakter baik, mendapat rekomendasi dari yayasan atau institusi (lembaga). “Ini juga berlaku untuk mahasiswa Poltekom,” cetusnya disambut aplaus meriah para undangan. Ditambahkan, masih ada waktu  untuk mengejar kesempatan tersebut. Terutama dalam hal penguasaan bahasa Inggris bagi mahasiswa dimana yang berminat bisa lebih mengintefisikan pelajaran bahasa Inggris dengan porsi lebih besar. Paris menegaskan bahwa ini adalah hadiah yang diberikan kementrian kepada pendidikan vokasi di Indonesia. Agar terus terpacu untuk membuktikan kepada masyarkat bahwa pendidikan vokasi bukan level dua dibandingkan universitas. Ia menilai lulusan politeknik telah membuktikan sudah direkrut  bekerja sebelum wisuda. Dengan demikian ia berharap tahun depan lulusan Politeknik seperti Poltekom mendapat tempat di hati masyarakat. “Harapan tahun depan, Politeknik sudah dapat dipilih sebagai pilihan pertama, serta menjadi solusi peningkatan kualitas pendidikan. Karena selama ini pendidikan vokasi menjawab relevansi pendidikan dan dunia kerja,” imbuhnya. Poltekom, lanjut Paris telah membuktikan hal  itu dimana prosentase lulusan yang diterima bekerja sebelum wisuda dari tahun ke tahun selalu meningkat. Ia juga mendorong,lulusan Poltekom tak hanya menjadi pegawai di industri saja, melainkan bisa melebarkan sayap di dunia entrepreneur, konsultan atau menjadi investor. Paris juga mengimbau Poltekom untuk bisa mengembangkan kualitas institusi dengan membuka Program Studi (PS) magister terapan dan doctor terapan. “Menurut PP Kemenristek Dikti, Poltek juga boleh buka program magister terapan dan doktor terapan,” imbuhnya. (din)