Ingin Kaya, Kuasai TI

Ingin Kaya, Kuasai TI
SELFIE : Randy Yoseph dari Merdeka.com berfoto bersama dengan peserta roadshow Poltekom.
SELFIE : Randy Yoseph dari Merdeka.com berfoto bersama dengan peserta roadshow di Poltekom.

POLTEKOM – Saat ini terjadi pergeseran jumlah orang terkaya di dunia. Jika sebelumnya orang kaya di dominasi juragan minyak dan pengusaha perbankan maka perlahan namun pasti yang nangkring di posisi itu adalah pengusaha IT dan operator telekomunikasi.

Demikian disampaikan James Tomasouw, penggagas program Futurepreneurship di acara Roadshow Bangun Kemandirian Teknologi Informasi Bangsa di aula gedung B kampus Poltekom, Rabu (8/4) kemarin.

Acara yang di kemas kerjasama APTIKOM, Perhimpinan Bangun Kemandirian Bangsa, Kapan Lagi Network (KLN), Merdeka.com, Kwikku dan Relawan Teknologi Informasi & Komunikasi (RTIK) Malang Raya ini diikuti ratusan mahasiswa Poltekom.

James menambahkan, pergeseran tersebut bisa terjadi karena dunia IT kini menjadi pilihan investasi menjanjikan dengan nilai transaksi menggiurkan. Sebab didalamnya banyak terdapat transaksi pembelian, iklan online maupun kerjasama networking. Vendor aplikasi massanger seperti WhatsApp (WA) memberikan tarif  Rp 13.000/tahun untuk setiap pelanggannya dan kini pengguna WA di Indonesia sudah mencapai 30 juta. Belum lagi jumlah pelanggan WA di seluruh dunia.

“Salah besar kalau orang bilang pake aplikasi WA itu gratis,” tandasnya.

Mantan dosen di salah satu PTS di Surabaya ini mengurai, informasi data pelanggan yang di miliki perusahaan tersebut juga memiliki nilai jual tinggi karena dibutuhkan banyak perusahaan. Menariknya data itu dengan sadar disetorkan sendiri setiap pelanggan baru aplikasi tersebut saat daftar keanggotaan.

Pada bagian lain, James mengajak masyarakat mulai memakai produk dalam negeri untuk berkomunikasi di media sosial.  Di Indonesia kini ada Zohib untuk aplikasi sekelas WA serta Kwikku untuk aplikasi seperti Facebook.

“Mari kita mulai mencintai produk dalam negeri, seperti tagline yang sudah banyak di kenal di masyarakat berbunyi : cintailah plotuk-plotuk endonesa,” anjurnya disambut geer peserta roadshow.

Hamdi Musaad, Chief Executive Officer Kwikku Indonesia menyebut pihaknya sudah di hubungi vendor besar seperti Google dan perusahaan besar lain, dengan maksud komunikasi. Tidak terlalu jelas di sebutkan arah komunikasi itu untuk take over Kwikku atau apa tetapi yang jelas vendor raksasa itu ingin mencari tahu tentang Kwikku.

“Kita masih berfikir saat ini ingin mengembangkan dan membesarkan Kwikku, tidak untuk menjualnya,” tandas lajang asli Ambon ini.

Hamdi yang didampingi Alif (staf Kwikku lain) menyatakan kebanggaannya bisa bersinergi dengan beberapa teman kuliahnya membesarkan Kwikku dari bumi Arema. Dan berharap suatu saat nanti Kwikku berkembang pesat dan tetap dikenal sebagai konten Media Sosial asli Indonesia.  (din)