Ingin Genggam Dunia, Kerja Keras & Kuasai Bahasa Asing

Ingin Genggam Dunia, Kerja Keras & Kuasai Bahasa Asing
pak soelasno L
MOTIVATOR : Soelasno Lasmono saat membakar motivasi peserta kuliah tamu POLTEKOM.

POLTEKOM – Seabrek tips sukses memenangkan persaingan dibongkar habis-habisan oleh Soelasno Lasmono dalam Kuliah Tamu yang dihelat di Polteknik Kota Malang (POLTEKOM) Jumat (5/2) kemarin. Di hadapan ratusan peserta, mantan Kepala Bagian Analisis Industri Pesawat Terbang di IPTN atau PT. Dirgantara Indonesia (DI) ini menyatakan, menghadapi Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) bangsa Indonesia harus bekerja ekstra keras. Sebab persaingan di tingkat global sudah terbuka lebar.
“Tak usah jauh-jauh, di kawasan asia sudah menanti lawan berat kita yakni Filipina & India,” ungkapnya.
Pria asli Desa Trenyang Kecamatan Sumberpucung Malang ini menambahkan, selain bekerja keras dan tahan banting, penguasaan bahasa asing menjadi syarat mutlak bila ingin memenangkan diri era persaingan. Sebab komunikasi menjadi ajang memperlancar usaha tatkala seseorang ingin menyampaikan ide, konsep, gagasan serta pemikiran-pemikiran brillian ataupun ketika mengatasi persoalan dengan inovasi baru. Tanpanya, akan menjadi sebuah kerugian besar dan peluang itu menjadi percuma.
Untuk menuju kearah tersebut, menurut pria yang kini menjabat Direktur Marketing di PT. Hunting Energy Service, Singapore ini, generasi muda Indonesia wajib membekali diri dengan pendidikan ketrampilan yang memadai dan sejalan dengan tuntutan perkembangan teknologi. Sebab era MEA membutuhkan SDM yang fullskill bukan sebaliknya unskill.
Melihat eksistensi POLTEKOM, alumni program magister of science dari Brunel University London ini mengaku sangat berbesar hati. Pasalnya, pendidikan vokasi memang sedang dibutuhkan bangsa ini.
“Saya menangkap ada opportunity besar dari keberadaan kampus (POLTEKOM) ini,” tandasnya.
Namun demikian, ia menambahkan, dengan segala kelebihan yang sudah dimiliki sekarang, POLTEKOM tidak boleh berpuas diri, melainkan justru lebih terpacu meningkatkan diri. Sudah waktunya manajemen kampus unggulan ini memikirkan bagaimana membekali lulusannya dengan sebuah kompetensi khusus yang di balut dalam Sertifikat Profesi. Apalagi di Jakarta orang sudah berlomba-lomba membekali diri dengan sertifikat profesi tersebut.
Hal senada disampaikan pemateri Dr.rer.pol. Romy Hermawan. Dia mengatakan pemerintah Jerman saat ini menggiatkan pendidikan vokasi (politeknik) sebagai tulang punggung kemajuan bangsa, meski keberadaan universitas berkembang baik dan tak dipandang sebelah mata.
“Pendidikan vokasi masih nomor 1 di Jerman,” ungkap anggota klub alumni Wiso Fakultas Universitas Potsdam, Jerman ini.
Dr. Isnandar, MT Direktur POLTEKOM menggaris bawahi pernyataan para narasumber bahwa dibalik kesuksesan seseorang pasti ada perjalanan panjang, ada value atau ada nilai yang turut menyertai kesuksesan mereka. Tidak mungkin kesuksesan didapat secara instan begitu saja dan nilai-nilai tersebut yang selalu digaungkan lembaga dengan menggelar acara tersebut untuk menyemangati mahasiswa POLTEKOM.
“Kata kuncinya, sukses selalu identik kerja keras, kemauan berubah dan kuasai bahasa asing,” tukasnya. (din)