Gelorakan Nasionalisme Mahasiswa Baru Politeknik Kota Malang

Gelorakan Nasionalisme Mahasiswa Baru Politeknik Kota Malang

POLTEKOM – Dinamika global saat ini mempengaruhi situasi yang ada di Indonesia. Pertumbuhan penduduk dunia seolah menjadi pemantik dari keinginan manusia untuk mencari sumber-sumber energi sebagai upaya mempertahankan kelangsungan hidupnya.
Wajar apabila Indonesia dengan keanekaragaman sumber daya alamnya menjadi incaran untuk penguasaan pihak-pihak asing. Betapa tidak, Indonesia terdiri dari 17.504 pulau bernama dan 7.870 pulau tak bernama, 740 suku bangsa dan 583 bahasa.
Demikian disampaikan Dr. rer. pol. Romy Hermawan saat menjadi pemateri wawasan kebangsaan kepada mahasiswa baru Politeknik Kota Malang (Poltekom) pada kegiatan PKKMB Poltekom 2017 bertema “Membentuk karakter mahasiswa yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila serta memiliki daya saing di dunia industri”.
“Tidak ada di dunia ini bangsa yang memiliki total keaneka ragaman seperti Indonesia,” jelasnya di hadapan mahasiswa baru.
Dosen Administrasi Publik UB ini menambahkan, mahasiswa baru Poltekom sebagai generasi muda wajib bangga terhadap bangsa dan negara. Sebab Indonesia sekarang amat sangat diperhitungkan oleh negara-negara lain.
Untuk merekatkan persatuan dan kesatuan ditengah keanekaragaman tersebut, lanjutnya, diperlukan alat pemersatu yakni Pancasila yang sudah terbukti sangat ampuh meredam berbagai gejolak. Serta dalam aspek ketahanan nasional (Tannas) dalam aspek IPOLEKSOSBUDHANKAM (ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya pertahanan dan keamanan) terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.
Alumni University of Postdam Brandenburg Jerman ini juga mengajak mahasiswa baru Poltekom agar memiliki integritas diri sehingga tidak lekas percaya dengan berita-berita yang berkembang di media sosial. Sebab sebagian berita yang beredar di medsos terbukti banyak berita bohong (hoax).
“Kalian jangan mudah percaya informasi yang tidak jelas apalagi menjadi bagian dari penyebaran berita bohong itu,” pesannya.
Di sesi akhir, anggota Yayasan Pendidikan Kota Malang ini berpesan agar mahasiswa baru Poltekom selalu menjadi pribadi yang positif dan turut melestarikan nilai-nilai (karakter) asli bangsa Indonesia yakni toleransi, kejujuran dan gotong royong.
Betta Wahyu Retna Mulya, Ketua PKKMB menjelaskan selain materi wawasan kebangsaan, agenda PKKMB Poltekom 2017 juga dilengkapi dengan motivasi kuliah dan softskill, pengenalan akademik, sosialisasi PKM, PBB (peraturan baris berbaris) hingga orientasi kampus.
“PKKMB bagi mahasiswa baru ini kami kemas humanis dan dilakukan di dalam kampus, sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” tandasnya seraya menyebut untuk urusan kedisiplinan panitia selalu menggandeng aparat dari unsur TNI untuk menggembleng mental dan kedisiplinan mahasiswa baru. (din)