BEM POLTEKOM Ikuti Pameran Ikatan Mahasiswa Daerah

unyil2

Wartawan Jtv terlihat sedang mewawancarai lelaki yang mirip pak raden di pagi yang agak mendung itu, tepatnya di perum puncak permata sengkaling, terlihat mondar-mandir beberapa anak usia SD-SMP dan beberapa mahasiswa dari beberapa kampus di malang. Ya… pagi itu sedang ada acara Petualangan Si Unyil rupanya.

Meskipun disambut dengan hujan agak deras saat acara akan dimulai, namun semangat sahabat panitia dan peserta untuk melangsungkan acara ini tidak redup. Saat lagu indonesia raya dikumandangkan dengan khidmat beberapa panitia sempat tergetar hatinya, “dari berbagai suku, pulau, bahasa, dan perbedaan banyak lainya, inilah sesuatu yang menyatukan kita di sini” ungkap salah seorang panitia yang kemudian diikuti dengan redanya hujan di pagi itu.

unyil1Acara pun dilanjutkan oleh penampilan tarian, tari dana-dana oleh tiga mahasiswi yang berpakaian baju tari lengkap dari gorontalo dan tari semut oleh Ibu Teti dan lima siswa SD binaanya.

Kemudian dilanjutkan dengan pembagian kelompok peserta menjadi lima kelompok, berdasarkan nama tokoh dari tokoh si unyil, yang hampir semua dibimbing oleh sahabat POLTEKOM sebagai pendamping kelompok. “pak gelangnya kurang” ungkap khusnul salah satu panitia pendamping kelompok dari POLTEKOM yang membagikan gelang ke kelompok yang didampinginya beserta mahasiswi dari STIKEN.

Terlihat dari timur ke barat Stand Lampung di K1, Stand Jawa di K2, Stand Robot di K5, Stand Bima di L5, Stand Gorontalo di lapangan, dan Stand Kalsel di Pos Kamling, sudah siap untuk menerima tamu dari tiap kelompok sesuai dengan rute kartu kendali yang telah dipegang kakak pendamping.

Acara inti dari petualangan Si Unyil pun dimulai, beberapa ikatan mahasiswa daerah menyajikan keunikan budayanya masing-masing di tiap-tiap stand. beberapa yang umum di stand adalah pengenalan pengucapan salam, lagu daerah, makanan khas, dan cerita daerah.

Beberapa keunikan yang tak dapat dilupakan diantaranya adalah, ada pelajaran membatik di Stand jawa, pelajaran membuat manik-manik khas dayak kalsel, masakan Binte Biluhuta dari stand gorontalo, cerita mitos dari Bima, dan banyak keunikan lainya yang menunjukkan begitu kayanya bangsa indonesia.

Kalo mau tanya berapa panitia untuk acara ini, Nur Laili, Mahasiswi cantik dari UIN Malang yang menjadi ketua pelaksana acara ini pasti tidak tahu jelasnya. karena panitia di komunitas ini memang tidak selalu sesuai dengan schedule, pokoknya yang sempat ya yang datang. kadang sudah dibagi divisi-divisinya tapi ada yang ga jalan ada juga yang overlap sesuai dengan frekuensi hati dan kesibukan masing-masing, karena memang hampir semua panitia di sini aktifis di kampusnya. “untuk melaksanakan acara sederhana ini, Hati yang memiliki frekuensi yang sama pasti akan secara otomatis bekerja dengan ikhlas saling membantu” tandas bu putri pemilik lembaga LSAI sambil berfilosofi.

Panitia dari POLTEKOM sendiri diorganisir oleh Badan Eksekutif Mahasiswa, tepatnya mahasiswa semester 2 dari kementrian sosial dan kementrian luar negeri.

unyil3Acara ini diikuti oleh skitar 8 mahasiswa dari POLTEKOM (sebagai Dekorasi), 13 mahasiswa dari STIKEN (sebagai publikasi), 7 Mahasiswa dari STIMIK ASIA (sebagai Dokumentasi), 10 mahasiswa dari Universitas Brawijaya, 5 mahasiswa dari UMM, 3 mahasiswa dari UIN, dan beberapa komunitas seperti Fotografi VIEW, KOSA, LSAI, MIPI, dan forum Lingkar Pena.

Untuk pemateri stand pada acara ini oleh ikatan mahasiswa gorontalo, ikatan mahasiswa lampung, ikatan mahasiswa Kalsel, dan ikatan mahasiswa Bima. “sebenarnya kami juga sudah mengkonfirmasi ikatan mahasiswa papua, aceh, dan bali, tapi mereka pada kesempatan ini masih belum bisa datang” ungkap Bu Putri bersama Nur Laili.