2 Jam Ludes, Siapkan Menu Baru

2 Jam Ludes, Siapkan Menu Baru
BERJUBEL : Salah satu stan nampak diserbu pembeli di Pasar Kaget POLTEKOM.
BERJUBEL : Salah satu stan nampak diserbu pembeli di Pasar Kaget POLTEKOM.

POLTEKOM – Even Pasar Kaget yang di ikuti mahasiswa peserta perkuliahan Kewirausahaan di Politeknik Kota Malang (POLTEKOM) Kamis (26/3) kemarin terbilang sukses. Sejumlah menu yang disajikan di beberapa stan nyaris tak tersisa diserbu pembeli terdiri dari mahasiswa, dosen, karyawan dan masyarakat sekitar. Bahkan di stan JNC2 yang menyediakan aneka jajanan pasar habis tak tersisa, dua jam sejak dagangan digelar. Menurut Rencana even pasar kaget akan di gelar seminggu penuh dari tanggal 26 Maret – 2 April 2015.

“Saya tak menyangka  dagangan kami ludes padahal baru buka,” terang si penjual yang tak lain Muhamad Wahyudi, mahasiswa Teknik Mekatronika (TM) angkatan 2012.

Yudi panggilan akrab alumni SMKN 1 Bangil ini di dampingi timnya terdiri dari Alfiati Maghfiroh, Irfan Rafiuddin, Selmi Septian & M. Alfadin Zuhri menambahkan, melihat tren penjualan hari pertama bagus maka rencananya varian serta jumlah menu akan ditambah. Jika kemarin jajanan pasar seperti terangbulan, lumpia, roti sus, dadar gulung, kue kukus. Dikombinasikan minuman berupa Coffe with Topping (Coto), Chocolate Special with Topping (Salto) sangat diminati pembeli. Maka untuk besok akan di tambah varian lain.

“Untuk menu tambahannya masih rahasia,” tuturnya berkelakar.

Namun demikian Yudi sedikit membocorkan tips marketingnya; antara lain inovasi citarasa produk, inovasi nama maupun kemasan harus di kemas khusus dan tidak boleh asal-asalan.  Pembeli akan berpaling jika melihat produknya sama seperti di tempat lain. Strategi lain, timnya memberi iming-iming souvenir cantik  berupa pepercraft (tokoh-tokoh kartun) khusus untuk 5 pembeli pertama  dan konsumen yang belanja diatas Rp 15.000.

Nurhayadi – penjual lain  tak kalah bersemangat, dia dkk menyediakan cemilan aneka rasa seperti Tela-tela Setan maupun BACIN (Bakpao Cinta) di kemas dengan nama-nama unik mengundang konsumen datang dan bertanya. Sepintas bakpao yang ditawarkan berbeda dari bakpao kebanyakan. Bentuknya tidak lagi bulat tetapi oval serta segi delapan dengan varian isi terdiri coklat, ayam hingga kacang hijau, kemudian ditambah coklat cair sebagai toppingnya.

“Untuk harga dijamin sangat ramah dengan kantong mahasiswa,” tukas Nurhayadi berpromosi yang diiyakan Rochmad Eka, Farid, Imam serta Andika, anggota timnya.

Pantauan di lapangan, stan sebelah timur yang di gawangi Ahmad Basir, Azzam, Tya, Nurbuat dan Eko tak kalah seru. Jajanan merakyat ala anak muda gaul yakni tahu petis mereka kemas dengan nama menarik, tahu seksi serta java magnum.

“Soal nama memang tidak boleh asal-asalan, karena ini juga mempengaruhi pemasaran,” jelas Andika penuh optimis.

Dosen Kewirausahaan Imam Kusyairi S.Pd mengatakan, penguasaan materi saja saat ini tidak cukup mumpuni menempa diri seseorang menguasai ilmu kewirausahaan. Dibutuhkan kecakapan tertentu berupa skill, ketrampilan menganalisa pasar, trik marketing serta komponen pendukung lain untuk dapat merebut hati konsumen. Praktek penjualan secara langsung diyakini bakal memberi efek positif bagi calon entrepreneur-enterpreneur muda agar siap menghadapi persaingan global.

“Mahasiswa juga kita berikan target khusus agar mereka siap berkompetisi serta berinovasi,” imbuhnya. (din)

psr kget (2)  psr kget (4)  psr kget